Riri menggagas 'SEAscreen Academy 2014' untuk melatih sineas muda dari Indonesia Timur tentang perfilman selama pelatihan 21-26 Oktober.
- Tim WowKeren
- Jumat, 10 Oktober 2014 - 08:01 WIB
WowKeren - Tak ada yang meragukan kapabilitas Riri Riza sebagai seorang sutradara. Riri dikenal sebagai sutradara spesialis film box office nasional.
Sebagai seseorang yang sudah malang melintang di dunia perfilman Indonesia, Riri melihat ada kekurangan perfilman nasional. Pemilik nama asli Mohammad Rivai Riza itu melihat film Indonesia masih terlalu terpusat di Jakarta. Sumber daya manusia dari daerah lain Indonesia banyak yang tidak tersentuh. Oleh karena itu, Riri berniat membangun sebuah pendidikan bagi sineas muda di tempat asalnya, Makassar.
Riri menggagas "SEAscreen Academy 2014" untuk mendidik para sineas muda mulai dari konsep sampai teknis tentang film. "Saya bikin SEAscreen ini tidak serta merta punya misi hanya untuk belajar. Teman-teman di Makassar ini masyarakat film yang mapan, tapi koneksinya terputus. Perfilman nasional itu tidak melulu harus dari pusat, ada banyak elemen di ranah lokal," jelas Riri, Kamis (9/10).
"Kami merasa selama ini sinema Indonesia banyak mengangkat kota Jakarta dan kebudayaan Jawa," tutur Riri. "Itu kenapa kami merasa perlu mengeskplor lagi Indonesia bagian lain, khususnya Indonesia Timur."
"SEAscreen Academy 2014" merupakan gelaran ke-3 tahun ini. 12 peserta asal Indonesia Timur yang lolos seleksi akan ditempa tentang perfilman mulai 21-26 Oktober mendatang. Sejumlah praktisi film di Asia Tenggara akan didatangkan untuk memberi pelatihan khusus. Di antaranya Teng Mangansakan (Filipina), Gunnar Nimpuno dan Edwin (Indonesia), Yuni Hadi dan Sanif Hadi (Singapura).
Selain pelatihan, "SEAscreen Academy 2014" juga akan menggelar diskusi untuk umum. Diskusi terbuka ini menyediakan 200 kursi dan nantinya akan membicarakan segala aspek tentang dunia film.
(wk/)