Penyakit Parkinson yang diderita Robin Williams ternyata memiliki efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsinya yaitu halusinasi.
- Tim WowKeren
- Selasa, 11 November 2014 - 19:43 WIB
WowKeren - Telah terungkap fakta di balik peristiwa bunuh diri Robin Williams. Setelah diumumkan hasil autopsi yang menunjukkan adanya pengaruh obat dalam diri Robin. Aktor senior ini ternyata memiliki Lewy Body Demensia yakni penyakit yang mempengaruhi fungsi otak manusia.
Sebuah dokumen yang diperoleh oleh TMZ menunjukkan Robin sedang berjuang melawan penyakit yang ditandai dengan tidak normalnya protein dalam otak sehingga mengganggu fungsi normalnya. Lewy Body Demensia merupakan kondisi umum yang terkait dengan penyakit Parkinson. Banyak penderita Parkinson sering mendapat efek samping dari obat-obatannya.
Efek umum obatan-obatan itu adalah halusinasi, yakni penderita melihat benda-benda menyeramkan seperti hantu, manusia, atau binatang. Penderita Parkinson mencoba untuk berkomunikasi dengan ilusi.
Tak lama setelah kematian suaminya, istri Robin mengatakan kepada pihak berwenang bahwa Robin sering mengeluh tentang obat-obatan dan yang dia rasakan ketika itu. Salah satu sumber yang terkait dengan keluarga Robin juga memberitahu kepada TMZ bahwa Lewy Body Demensia adalah faktor kunci yang dipercaya mendorong Robin untuk bunuh diri. Sumber juga mengatakan bahwa dokter aktor "Night at the Museum: Secret of the Tomb" tersebut juga setuju mengenai hal itu.
Robin Williams meninggal pada tanggal 11 Agustus 2014 lalu di usia 63 tahun. Aktor "RV" ini ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya dengan sabuk yang melilit di lehernya dan terjepit di antara kusen pintu.
(wk/)