Berbekal kemampuan mengelas yang cermat dan tangguh, Ridwan, Mujahidin dan Supriyadi banyak mendapat tawaran kerja di luar negeri.
- Tim WowKeren
- Minggu, 07 Desember 2014 - 12:24 WIB
WowKeren - Ridwan Nawing, Mujahidin dan Supriyadi hanyalah tukang las biasa yang tergabung dalam Ikatan Welder Bontang. Namun keahlian warga negara Indonesia ini tidak disangka banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan di dunia, walau pekerjaan mereka memang hanya mengelas berbagai infrastruktur industri, dari turbin listrik hingga kilang minyak dan pipa tambang.
"Watak welder itu keras-keras. Kalau perusahaan ingin kami mengerjakan proyeknya, ya, ikuti cara kami. Kalau tidak cocok, silakan cari tim welder lain," kata Supriyadi menceritakan pengalamannya. "Gaji saya USD 2.200 sebulan, belum termasuk lembur," kata Supriyadi yang akhirnya kembali pulang ke Indonesia dan menetap di Makassar, Sulawesi Selatan.
Ketika di Papua Niugini, Supriyadi pernah menjadi welder terbaik, mengalahkan welder dari Thailand, Filipina, India, dan Kolombia Mujahiddin mengatakan, ketika mengerjakan proyek pembangkit listrik Paiton di Jawa Timur, beberapa tahun lalu, hasil tim welder mereka lebih baik daripada tim welder Jerman. Begitu diperiksa dengan sinar X, pekerjaan tim Jerman ditolak karena kurang rapat.
"Welder itu memberikan garansi seumur hidup. Kalau ada tangki yang saya las 15 tahun lalu pecah, saya masih harus bertanggung jawab," papar Mujahiddin, dilansir Tribun.
Mereka mengatakan, perusahaan asing senang dengan para welder Indonesia karena cermat, tangguh, dan jarang mengeluh. Mereka juga lebih suka menabung daripada kumpul-kumpul dan minum-minum.
(wk/)