Pemerintah terus berupaya melakukan pengawasan dan intervensi pasar agar sejumlah kebutuhan pokok segera melakukan upaya penurunan.
- Tim WowKeren
- Jumat, 02 Januari 2015 - 18:39 WIB
WowKeren - Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi telah diturunkan sejak Kamis (01/01). Penurunan harga BBM disebut-sebut dapat memicu deflasi. Hingga sejumlah harga kebutuhan pokok pun diprediksi akan segera turun pada pekan ini.
Pemerintah terus berupaya melakukan pengawasan dan intervensi pasar. Hal ini dilakukan agar sejumlah kebutuhan pokok yang enggan menurunkan harganya segera melakukan upaya penurunan. Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil pun menyatakan bahwa kenaikan harga BBM pada November lalu menjadi faktor meroketnya harga kebutuhan pokok.
"Kita pun terus melakukan berbagai tindakan pengawasan operasi pasar dan lain-lain," ujarnya. "Ada beberapa kebutuhan pokok yang bandel, tidak pernah bisa turun, misalnya gula, daging, dan lain-lain. Jadi, masalah struktur pasar harus dilihat," kata Sofyan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, pemerintah mengumumkan harga BBM premium ditetapkan Rp 7.600/liter dari sebelumnya Rp 8.500/liter. Sementara harga solar menjadi Rp 7.250/liter dari harga sebelumnya Rp 7.500/liter.
(wk/)