Sutradara Joko Anwar mengungkap perasaannya saat akhirnya bisa berperan sebagai pemeran utama dalam film karya Richart Oh.
- Tim WowKeren
- Rabu, 25 Maret 2015 - 07:07 WIB
WowKeren - Lama bekerja di balik layar, akhirnya sutradara Joko Anwar bisa merasakan menjadi aktor dalam proyek baru. Joko akan jadi pemeran utama di film karya Richart Oh dalam "Melancholy is a Movement".
Memang ini bukan kali pertama Joko menunjukkan kemampuan aktingnya. Namun yang menjadikan 'Melancholy is a Movement' terasa istimewa adalah karena di film tersebut Joko diposisikan sebagai karakter sentral, yang artinya mendapatkan porsi tampil lebih banyak di film.
"Akhirnya saya bisa merasakan menjadi pemeran utama di sini," kata Joko Anwar di Gala Premier film "Melancholy is a Movement" di XX1 Epicentrum, Jakarta, Selasa (24/3). "Ini merupakan salah satu cita-cita saya waktu kecil ingin menjadi bintang film. Tentu ini merupakan pengalaman baru buat saya tentang filmmaking."
"Di film ini kan saya muram banget. Padahal kan aslinya saya ribut banget," lanjut Joko mengenai perannya di "Melancholy is a Movement". "Selain secara total karakter yang saya peranin berbeda sama karakter asli saya."
Sementara itu, "Melancholy is a Movement" menceritakan tentang sutradara (diperankan Joko Anwar) yang harus melupakan mimpi-mimpinya karena tuntutan hidup. Dinamika teman-teman di sekitarnya dan kebutuhan untuk membayar sewa kantor membuatnya terpaksa menerima tawaran untuk membuat film religi, genre yang selalu dihindarinya. Dari sinilah sang sutradara berhadapan dengan sebuah dilema, apakah dia akan mempertahankan cita-citanya atau mengikuti aliran hidup yang sulit dicegahnya.
Selain Joko Anwar, "Melancholy is a Movement" juga dibintangi oleh Aryo Bayu, Fachri Albar, Aming, Alex Abbad, Verdi Solaiman, Hannah Al Rasyid dan masih banyak lagi. Film ini akan tayang pada 2 April 2015.
(wk/)