Berbagai pihak kerap kali mempertanyakan mengapa ketiga juri memberikan kemenangan untuk Floyd Mayweather, Jr.
- Tim WowKeren
- Senin, 04 Mei 2015 - 17:09 WIB
WowKeren - Pertarungan antara Floyd Mayweather, Jr. melawan Manny Pacquiao berakhir dengan kontroversi. Pro dan kontra pun masih berbuntut panjang usai Mayweather, Jr. dinyatakan sebagai pemenang. Berbagai pihak mempertanyakan mengapa ketiga juri yakni Dave Moretti, Burt Clements dan Glenn Feldman memberikan kemenangan untuk petinju berusia 38 tahun itu.
Para penonton yang menyaksikan pertarungan lewat televisi tentunya percaya bahwa seharusnya Pacquiao lah yang menang. Petinju asal Filipina ini memang bermain dengan lebih agresif, terus menekan dan memojokkan Mayweather, Jr. Sedangkan petinju yang dijuluki The Best Ever itu lebih sering menghindar dengan berlari-lari dan menahan pukulan.
Dari hasil statistik yang diperoleh, pukulan Pacman ternyata di bawah rata-rata. Jika biasanya dirinya mampu melepaskan 700 pukulan atau lebih, petinju berusia 36 tahun ini hanya meninju sebanyak 429 kali dengan 81 diantaranya mengenai sasaran. Ini tentunya tak sebanding dengan jumlah pukulan Mayweather, Jr. yang berjumlah 435 kali dengan 148 diantaranya tepat mengenai target.
"Saya sebenarnya meminta dia (Pacquiao) untuk melepaskan lebih banyak pukulan kombinasi," kata Freddie Roach, pelatih Pacquiao. "Tapi entah mengapa ia seperti tak bereaksi dengan taktik itu."
Meskipun Pacquiao tampak dominan di ronde empat dan enam, namun nyatanya ketiga juri tidak memberikan kemenangan akhir untuk dirinya. Selain Mayweather, Jr. tidak KO, hujan pukulan yang dilakukan Pacman dinilai tidak mengenai sasaran alias nihil poin. "Para juri menilai bukan karena kemauan atau sorakan penonton, tapi dari pukulan yang kena," tandas Mayweather, Jr.
(wk/)