Demi Rasa Kemanusiaan, Tukang Becak Tambal Lubang Jalan di Surabaya
Nasional

Pak Dul mengatakan bahwa dirinya kerap kali diejek oleh tukang becak lain karena masih mau menambal lubang jalan meski tak dibayar.

WowKeren - Rasa kemanusiaan membawa Abdul Sukur dan becaknya yang penuh dengan bongkahan batu aspal berhenti tepat di depan pusat perbelanjaan ITC Surabaya pukul 23.05 WIB. Lelaki yang akrab disapa Pak Dul tersebut berjalan mencari lubang-lubang di jalan dan menaruh bongkahan aspal untuk menutupi lubang menganga.

Ia membutuhkan beberapa waktu untuk menata bongkahan batu-batu ini di lubang jalanan. Agar rata, pak Dul pun memukulnya dengan palu besar. Tak pelak, keringat bercucuran membasahi keningnya.

"Alhamdulillah," ucapnya sambil mengipas-ngipaskan topi hitam untuk mengusir gerah. Karena rasa penasaran, pria bernama Himan Utomo menghampiri sang tukang becak. Ia pun menawarkan rokok untuk membuka percakapan.


"Bapak dari Dinas Kota kah kok meratakan jalan dan cuma memakai becak? Bukankah Dinas Kota punya fasilitas?" tanyanya. Pak Dul mengaku bahwa dirinya hanyalah tukang becak biasa. Hilman yang tak puas dengan jawaban yang diberikan kembali bertanya siapa yang mempekerjakan dan diberi gaji berapa.

"Saya nggak kerja sama siapa-siapa dan tidak digaji siapa-siapa," kata pak Dul. "Nggak apa-apa mas, ini sudah jadi hobi saya tiap malam. Setelah cari rezeki dengan menjadi tukang becak, malamnya saya selalu mencari bongkahan batu aspal buat nutup jalan yang berlubang. Ya hitung-hitung abdi saya sebagai warga kota Surabaya."

"Saya sering diolok-olok sama teman-teman seprofesi tukang becak," ujarnya berkisah. "'Wes pakde, nggak onok sing mbayari kok yo dilakoni ae. Nggak kiro direken lah karo wong-wong nduwuran pemerintah kota. Opo maneh Bu Risma, istirahat ae sampeyan wes tuek' (Sudah pakde, tidak ada yang bayar kok masih dilakukan saja. Tidak akan dipedulikan sama pemerintah apalagi Bu Risma. Istirahat saja sudah tua)."

Pak Dul mengatakan ia tak ingin ada pengguna jalan yang terperosok ke dalam lubang dan kecelakaan. "Kalau ada yang kejeglong (terperosok) terus kecelakaan gimana? Iya kalau musim panas terus kalau banjir?" imbuhnya. "Kan nggak kelihatan, sudah nggak apa-apa kalau jalannya nggak berlubang semua yang lewat kan juga enak."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!