Timbul dugaan kakak angkat Angeline bermaksud mengumpulkan dana karena keluarga terlilit hutang.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 13 Juni 2015 - 08:40 WIB
WowKeren - Akhir dari kasus anak hilang di Bali, Angeline, berakhir tragis. Setelah diketahui mantan satpam di rumah ibu tiri yang membunuh dan memperkosa Angeline, keluarga angkat juga diduga bersekongkol dalam kejahatan itu.
Menurut Tribunnews, timbul dugaan kakak tiri Angeline telah mengetahui bahwa Angeline dikubur di pekarangan rumah mereka. Namun ia telah mengumpulkan dana sumbangan sekitar USD 3.210 dalam 20 hari melalui situs gofund. Beberapa kalangan bahkan percaya keluarga angkat melakukan ini karena motif terbelit hutang.
Di sisi lain, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Anak Agung Made Sudana menyatakan bahwa polisi masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah saksi terkait ditemukannya jasad Angeline. Ibu angkat Angeline, Margareith Ch Megawe, termasuk di salah satunya.
"Kami masih mendalami kasus tersebut. Saat ini, memang belum selesai," jelasnya. "Jadi belum bisa menyimpulkan apakah dia terlibat atau tidak."
Namun Kapolresta mengkonfirmasi kebenaran penemuan bercak darah di tisu yang ditemukan di kamar Margareith. Bercak darah itu masih diujikan di Laboratorium Forensik Mabes Polri. "Termasuk DNA korban, ibu, dan bapak kandungnya," lanjutnya.
Selain itu, pihaknya juga berhasil menemukan bantal Margareith di kamar Agus, satpam pembunuh Angeline. "Ya kami jadikan itu sebagai alat bukti. Kami masih menyelidikinya," imbuh Kapolresta.
Di luar keterlibatan Margareith dalam kasus pembunuhan ini, wanita yang sehari-hari menjual ayam ternak itu tetap akan dikenai pidana dalam proses adopsi Angeline. Adanya syarat jika Angeline dilarang bertemu orangtua biologisnya sebelum usia 18 tahun itu sudah merupakan tindakan pidana," jelas Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait.
(wk/)