Anggun menganggap orang Indonesia punya banyak waktu luang hingga mereka kerap melakukan apa saja tanpa tata krama.
- Tim WowKeren
- Selasa, 07 Juli 2015 - 09:38 WIB
WowKeren - Anggun sempat dibully netter setelah protes hukuman eksekusi mati para pengedar narkoba. Saat itu, Anggun menulis surat terbuka ke Presiden Jokowi hingga direspon negatif oleh netter.
"Perang" haters vs Anggun tersebut cukup memanas di jejaring sosial. Diakui Anggun, ia cukup kecewa dengan sikap orang Indonesia.
"Kalau reaksi (netizen) sampai begitu berlebihan, ini tak lepas dari fenomena di Indonesia. Di sana banyak orang punya smartphone tapi tidak smart. Dan mereka punya banyak kelebihan waktu kosong. Mereka duduk di belakang laptop, merasa tanpa ada risiko apa-apa. Jadi ya akhirnya melakukan apa saja tanpa tata krama," kata penyanyi yang pernah menjadi juri "X Factor Indonesia" itu saat diwawancara Rolling Stone Indonesia. "Tak ada lagi beda antara mengkritik, mengutuk, menghujat, atau mem-bully. Kalau kemudian saya protes, mereka akan bereaksi, 'Wah, Anggun nggak mau dikritik'. Lho siapa yang mengkritik? Lha mereka bukannya mengkritik tapi menghina. Anak saya, Kirana juga dibawa-bawa."
Soal hukuman mati, Anggun tetap menganggapnya tidak manusiawi. "Dalam hidup kita harus mempunyai pendirian dan harus berani mengemukakan sesuatu yang kita anggap benar, walaupun orang lain menghujat kita," serunya tanpa peduli dihujat netter.
Anggun juga menegaskan kalau perubahan status sebagai WNA tak membuatnya lupa dengan Indonesia. "Terlalu gampang menuduh orang yang ganti paspor dengan beragam alasan sebagai tidak nasionalis. Saya bekerja untuk mengharumkan nama Indonesia," tegasnya.
(wk/)