Korban mengaku pasrah saat dirinya terjatuh di posisi di mana jemaah berangkat dan pulang dari lempar jumrah bertemu.
- Tim WowKeren
- Jumat, 25 September 2015 - 07:40 WIB
WowKeren - Aksi dorong di padatnya jalur lempar jumrah di Mina telah menyebabkan ratusan korban meninggal. Tak bisa dihindari, beberapa korban meninggal juga berasa dari Indonesia. Namun berikut kesaksian korban selamat dari insiden yang terjadi pada Kamis (24/9) kemarin.
"Waktu itu yang saya ingat, banyak orang-orang Nigeria yang mendesak maju menuju lokasi melempar jumrah," ujar Ati Rohani, salah seorang korban selamat dalam tragedi melempar jumrah di Mina. Kaki saya tidak apa-apa, cuman belum bisa berjalan."
Ati melempar jumrah bersama keenam adiknya yang kini terpisah. Ia juga sempat mengaku kepanasan dan kedinginan. "Tadi karena kepanasan, sempat muntah-muntah. Pusing. Ini malah kedinginan lagi karena disiran air," tambahnya.
Ibu Rohyani yg sempat terinjak2 dlm tragedi Mina td. Alhamdulillah masih hidup dan selamat. pic.twitter.com/93E7i5kHMe
— Fadli Zon (@fadlizon) September 24, 2015
Saat kejadian berlangsung, jemaah dari Banjar kloter 61 ini sudah tak berdaya dan pasrah diinjak-injak oleh jemaah lain. Apalagi, tempat dirinya terjatuh adalah tempat di mana jemaah haji yang melempar jumrah bertemu dengan jemaah yang selesai melempar jumrah.
Bu Ati Rohyani korban tragedi Mina sdh berjam2 menunggu n menggigil. Kami sdg usahakan ambulance tp blm dapat. pic.twitter.com/jgQ4119NhP
— Fadli Zon (@fadlizon) September 24, 2015
Panitia Penyelenggara Haji Saudi sendiri sejak awal sebenarnya telah mengantisipasi kepadatan jemaah pada jam-jam tertentu. Jemaah Indonesia dilarang melempar jumrah pertama pada tanggal 10 Zulhijah di pagi hari, yaitu pada jam 8 hingga 11 pagi.
Sementara itu korban meninggal asal Indonesia hingga kini adalah tiga orang. Satu orang masih dinyatakan kritis dan dirawat di RS Annur, Mekah. (wk/)