Menurut salah satu korban yang selamat dari insiden, banyak jemaah yang saling tabrak.
- Tim WowKeren
- Jumat, 25 September 2015 - 08:41 WIB
WowKeren - Insiden mematikan kembali terjadi di musim haji 2015. Setelah crane yang jatuh pada Jumat (11/9), jemaah haji masih harus berjuang hidup saat lempar jumrah di Mina, Kamis (24/9).
Menurut salah satu korban yang selamat dari insiden, banyak jemaah yang saling tabrak. Ini membuat jemaah saling panjat agar bisa bernapas.
"Saya melihat seseorang menabrak orang lainnya di kursi roda dan beberapa orang lainnya menabrak mereka," ujar Abdullah Lotfy, 44, asal Mesir, dikutip dari CNN Indonesia. "Para jemaah saling panjat untuk bisa bernapas. Seperti gelombang, kau maju dan tiba-tiba kau mundur."
"Saya melihat para jemaah berjatuhan dan terinjak," tambah Dr Abdurrahman. "Saya mendengar wanita dan orang tua teriak, meminta tolong. Saya berusaha sangat keras untuk keluar, saya kehilangan seluruh pakaian saya karena robek, tapi saya tidak peduli dan berhasil keluar."
Kendati demikian, Abdurrahman yang ingin kembali perkemahan ditahan aparat yang menjaga ketat. Abdurrahman baru berhasil ketika aparat lengah. Menurutnya, aparat terlambat datang mengamankan situasi.
Sementara itu, jemaah Radhi Hassan, 56, asal Irak mengaku sudah mengira dirinya juga bakal meninggal. "Saya kira saya akan mati. Saya mendorong orang-orang dan berhasil keluar," kata Hassan.
"Dua orang tua jatuh ke tanah, dan kemudian terjadi kekacauan. Ribuan orang mencoba mendorong dan terjatuh ke tanah seperti domino. Para jemaah menginjak jemaah lainnya, dan banyak orang kehabisan nafas," tambah Hassan.
Menurut CNN, kejadian ini adalah kejadian mematikan kedua setelah kejadian serupa di tahun 1990. Saat itu, korban tewas mencapai 1.426 orang dalam peristiwa di terowongan antara Mekkah dan Mina ini.
(wk/)