Ratusan Korban Meninggal, Jemaah Haji Tak Berani Jalankan Lempar Jumrah?
Dunia

Tragedi Mina 2015 ini dinilai musibah haji terburuk selama 25 tahun terakhir.

WowKeren - Berita banyaknya korban yang meninggal akibat insiden di terowongan Mina dan Mekah pada Kamis (24/9) kemarin telah menyebar di antara para jemaah haji yang berangkat tahun ini. Apakah mereka masih berani untuk menjalankan lempar jumrah paska tragedi ini?

Menurut salah satu jemaah haji yang tak mau disebutkan namanya oleh Daily Mail, ia sendiri berharap tak perlu menjalankan ritual lempar jumrah. Ia cukup takut dengan risikonya jika harus melakukan ritual mengusir setan itu.

"Aku sudah sangat lelah dan setelah ini aku tak bisa pergi," katanya. "Aku akan menunggu sampai malam dan jika masalahnya tidak selesai, aku akan mencari seseorang untuk melakukannya untukku."

Sementara itu, salah satu jamaah haji Indonesia, Lana Soelistianingsih menyatakan pada CNN Indonesia bahwa ia sudah siap dengan segala risiko. Meski suhu di Mina kini mencapai 50 derajat Celcius, Lana tidak terganggu secara emosi.


"Saya sendiri tidak merasa takut. Dan orang-orang juga tidak terganggu secara emosi. Bahkan mereka menganggap korban mati syahid," ujarnya. "Apalagi kemarin kami baru wukuf di Arofah yang dipercaya dosa-dosa kita akan diampuni Allah SWT. Banyak yang berharap meninggal waktu haji."

Jatuhnya 717 korban meninggal dan 800 lebih terluka dalam tragedi Mina 2015 ini dinilai musibah haji terburuk selama 25 tahun terakhir. Raja Salman telah memerintahkan untuk melakukan tinjauan kembali rencana haji yang membuat dua kelompok besar haji bertemu di satu titik selama ritual lempar jumrah.

Di sisi lain, upaya peningkatan keselamatan di Jamarat telah dilakukan dengan memperbesar tiga pilar dan membangun jembatan tiga decker untuk memperluas area dan jumlah haji yang bisa masuk dan keluar. Lebih dari 100 ribu polisi dan ribuan CCTV juga dikerahkan untuk memecah kelompok-kelompok sebelum mereka mencapai tingkat kepadatan berbahaya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait