Ia rela memakai kostum sapi untuk mengemis setiap di hari demi membayar biaya pengobatan ayahnya.
- Tim WowKeren
- Kamis, 01 Oktober 2015 - 20:28 WIB
WowKeren - Seorang gadis dari Provinsi Anhui telah menyentuh hati netter. Ia rela memakai kostum sapi setiap di hari untuk membayar biaya pengobatan ayahnya.
Ketika teman-temannya bermain dan menikmati masa remaja, gadis yang namanya disamarkan menjadi Hao Dongdong ini menghabiskan waktunya setiap hari untuk mengemis di pinggir jalan. Ayahnya menderita penyakit langka, ankylosing spondylitis, yang menyerang tulang ekornya.
Sang ayah, Hao Xinli, awalnya bekerja sebagai petani yang pindah ke Hefei pada tahun 2000. Dia kemudian membuka toko kecil ketika penyakitnya mulai membuatnya mendapat masalah hingga sama sekali tak bisa bekerja.
Pada mulanya, dia dan istrinya Li Xiuru suatu hari sedang berbelanja di Hefei ketika mereka melihat sebuah toko ponsel memberikan promosi. Mereka pun segera mendatangi toko itu untuk mendapatkan apapun yang bisa mereka dapatkan.
Li Xinli mendapatkan terlalu banyak barang gratisan hingga akhirnya terlibat perkelahian dengan staf penjualan. Ia didorong hingga terjatuh. Sejak saat itulah sakit dipunggungnya menjadi tak tertahankan. Li Xinli akhirnya dibawa ke rumah sakit dan dokter menemukan bahwa tulang belakangnya retak dan tulang lehernya rusak. Anggota tubuh bagian atasnya pun menjadi lumpuh.
Sementara itu, polisi tak berhasil menemukan orang yang bisa disalahkan dalam kejadian ini sehingga tak ada orang yang bisa memberikannya kompensasi. Keluarga sendiri yang harus memenuhi biaya yang dibutuhkan pria ini.
Sang istri pada akhirnya memilih untuk meninggalkan suaminya yang lumpuh. "Mungkin terlalu menyakitkan baginya melihatku tanpa harapan untuk sembuh dan dia tidak punya saudara dekat yang tinggal di Hefei," kata Xinli.
Ditinggal ibu dan punya ayah yang lumpuh memaksa Hao Dongdong dan saudara-saudaranya untuk menjadi tumpuan keluarga. Mereka mengemis pada siang hari. Tak jarang, Dongdong dikira penipu oleh orang yang lewat dan pernah juga ditampar oleh pria pemabuk yang berusaha menipunya.
Para pengusaha lokal juga tak mau mempekerjakannya karena dia dikira membawa kesialan. Kendati demikian, dia berhasil mengumpulkan paling tidak 400 yuan setiap harinya.
Xinli sendiri menyatakan bahwa keinginan terbesarnya adalah untuk bisa berdiri lagi dan tak menjadi beban keluarga. Dia juga ingin kembali mengirim Dongdong ke sekolah sehingga keluarganya bisa kembali menjadi keluarga normal.
(wk/)