Buruknya kualitas udara disebabkan arah angin yang bertiup dari Tenggara bergerak menuju wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya.
- Tim WowKeren
- Senin, 26 Oktober 2015 - 07:31 WIB
WowKeren - Kabut asap telah menyebar ke daerah-daerah Indonesia lain setelah sebelumnya kebakaran hutan dan lahan gambut terjadi di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Namun demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa Lhokseumawe menjadi daerah terparah.
Menurut Kharendra Muiz dari BMKG Stasiun Lhokseumawe, buruknya kualitas udara di daerahnya disebabkan arah angin yang bertiup dari Tenggara bergerak menuju wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya. Padahal, kecepatan angin relatif rendah hanya 60 Km/jam. Ini membuat kabut tak cepat bergerak.
Lebih lanjut, Kharendra juga menjelaskan bahwa jarak pandang di Lhokseumawe hanya mencapai 200 meter. "Apalagi kecepatan angin di daerah kita yang relatif rendah, yaitu 60 Km/jam dan dibarengi oleh hujan yang ringan," ujarnya pada Republika Online. "Maka tidak mampu untuk mengurangi kabut asap yang semakin pekat tersebut."
"Hari ini Kota Lhokseumawe terparah diselimuti kabut asap, hal itu disebabkan jumlah titik api di wilayah Palembang, Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi sudah mencapai ribuan," tambahnya Minggu (25/10). Untuk itu, BMKG menghimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah.
Bagi pengendara kendaraan bermotor, pihaknya juga menghimbau untuk selalu menyalakan lampu. Diharapkan hal tersebut dapat mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas.
(wk/)