Pergi untuk mencari nafkah, 39 WNI malah menjadi korban perdagangan manusia di Arab Saudi.
- Tim WowKeren
- Senin, 26 Oktober 2015 - 11:41 WIB
WowKeren - Menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) merupakan salah satu pilihan warga Indonesia untuk mencari nafkah. Namun, jika tidak melalui agen resmi, bekerja di luar negeri ini sangat penuh resiko.
Menjadi korban penipuan, merupakan salah satu hal buruk yang harus mereka hadapi. Seperti yang dialami oleh 39 WNI (Warga Negara Indonesia) di Arab Saudi ini.
39 WNI tersebut menjadi korban penipuan sebuah agen TKI. Sesampainya di Bahrain, mereka justru dipekerjakan dengan upah yang sangat sedikit.
Baru-baru ini, Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal mengungkap bahwa pihaknya telah berhasil menyelamatkan 39 WNI tersebut. Para WNI tersebut menjadi korban perdagangan manusia di Kota Qatif, Provinsi Timur Saudi, sekitar 450 kilometer dari Riyadh.
Didampingi oleh Atase Hukum KBRI Riyadh, Muhibuddin, sejumlah 20 WNI telah dipulangkan ke Tanah Air. Sementara, 19 orang lainnya akan menyusul setelah urusan administrasi selesai.
"Ini kerjasama pertama dengan kepolisian Arab Saudi untuk menyelamatkan WNI korban TPPO dalam jumlah besar," ujar Muhibuddin. "Ini adalah awal yang baik."
Dari hasil wawancara dengan korban, sebagian besar dari mereka diberangkatkan pada 2013 oleh PT. AP di Cileungsi, Bogor dan dijanjikan penghasilan BHD 200 (sekitar Rp 7 juta). Namun sesampainya di sana mereka justru diperdagangkan dan ditampung di tempat kumuh dan hanya diberikan makan satu kali sehari.
Dari 39 WNI tersebut 27 di antaranya berasal dari dari Jawa Barat. Sedangkan 8 orang lainnya dari NTB, 1 orang dari Jawa Tengah, 1 orang dari Banten, 1 dari Lampung dan 1 dari Sulawesi Tengah.
(wk/)