Hal ini terlihat dari deklarasi yang dikeluarkan oleh para pemimpin negara seusai pertemuan APEC 2015.
- Tim WowKeren
- Kamis, 19 November 2015 - 19:03 WIB
WowKeren - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC) telah dimulai sejak Rabu (18/11) di Manila, Filipina. Selain membicarakan masalah ekonomi, pertemuan tersebut juga menjadikan terorisme sebagai salah satu tema.
Dilansir dari CNN Filipina, pertemuan yang bertajuk APEC Economic Leaders' Meeting (AELM) tersebut, semua perwakilan dari 21 negara menyinggung masalah pesawat Rusia yang jatuh serta serangan teroris di Paris dan Beirut. Para pimpinan negara ini pun mengumumkan sebuah deklarasi pada akhir konferensi.
"Kami tidak membiarkan terorisme mengancam nilai-nilai fundamental yang mengganggu negara-negara kami yang bebas dan terbuka," bunyi deklarasi tersebut. "Pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan dan peluang merupakan beberapa alat paling kuat yang dapat digunakan untuk memangkas akar dari radikalisasi dan terorisme."
Dalam deklarasi tersebut, para pimpinan negara juga menekankan mengenai perlunya peningkatan kerjasama dan solidaritas nasional dalam memerangi aksi terorisme. Meskipun menyinggung masalah terorisme, inti dari pertemuan tersebut tetaplah membahas mengenai isu ekonomi dan juga pembangunan.
Namun, para pemimpin negara tetap tak bisa mengabaikan insiden kekerasan yang baru saja terjadi, terutama dengan peningkatan keamanan manusia menjadi bagian dari misi secara keseluruhan. Sampai saat ini ada sembilan komitmen yang telah disepakati oleh anggota APEC. Meski demikian, komitmen ini tidak mengikat secara hukum karena keputusan di dalam APEC adalah sukarela.
(wk/)