Warga negara Australia ditemukan tewas di Rudenim Bali setelah terjebak di toilet.
- Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:06 WIB
WowKeren - Suasana tegang meliputi Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Ngurah Rai, Bali, pada Jumat (10/7), setelah seorang warga negara Australia berinisial CJMH (39) ditemukan tak sadarkan diri di dalam toilet. Korban sedang menjalani penempatan sementara sebelum proses deportasi akibat pelanggaran izin tinggal dan overstay di Indonesia.
Menurut informasi yang diperoleh, CJMH masuk ke kamar mandi sekitar pukul 16.52 Wita. Ketika petugas mulai khawatir setelah korban tidak kunjung keluar, mereka melakukan pemeriksaan dan menemukan CJMH dalam kondisi tidak sadar dengan handuk terlilit di lehernya.
Petugas segera memberikan pertolongan pertama dan memanggil ambulans. Setelah dilarikan ke Rumah Sakit Bali Jimbaran, korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan, namun sekitar pukul 18.30 Wita, tim medis menyatakan bahwa nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Peristiwa ini menarik perhatian publik dan memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan di ruang detensi. Rekaman CCTV menunjukkan adanya jeda waktu yang cukup lama sebelum petugas menyadari kondisi korban di dalam toilet. Informasi ini kini menjadi bagian dari penyelidikan yang dilakukan oleh aparat terkait.
Pihak Imigrasi masih melakukan pendalaman mengenai penyebab pasti kematian CJMH. Humas Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Husnan, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kejadian sedang ditelusuri, termasuk kemungkinan munculnya faktor-faktor lain yang mempengaruhi kematian korban. 'Aparat masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk kemungkinan motif lain. Saat ini dilakukan proses visum dan akan kami rilis secara resmi,' ungkapnya.
Hasil pemeriksaan medis awal menunjukkan adanya bekas jeratan di leher korban dan luka lecet di tangan kiri yang tidak dianggap sebagai penyebab kematian. Tim medis juga mencatat bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung dan gangguan kulit pada kedua kakinya. Dari evaluasi awal, termasuk pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), dokter menduga korban mengalami serangan jantung sebagai komplikasi dari kondisi kesehatannya.
Meski demikian, kepastian mengenai penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, kepolisian bersama pihak Imigrasi masih melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan barang bukti. Jenazah CJMH telah dipindahkan ke Rumah Sakit Universitas Udayana untuk proses pemeriksaan lanjutan.
Hingga berita ini ditulis, pihak Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali masih menunggu hasil penyelidikan sebelum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti meninggalnya warga negara Australia tersebut.
(wk/timw)