Selain dicatut namanya, Presiden Jokowi juga disebut keras kepala.
- Tim WowKeren
- Selasa, 08 Desember 2015 - 07:45 WIB
WowKeren - Kelanjutan pengadilan kasus "Papa Minta Saham" masih terus bergulir. Bahkan, kini giliran Presiden Joko Widodo angkat bicara terkait namanya yang ikut dicatut dalam percakapan Setya Novanto dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Syamsoedin.
Baru-baru ini, setelah membaca secara utuh hasil transkrip percakapan tersebut, Jokowi pun mengungkapkan kemarahannya. Pasalnya, orang nomor satu di Indonesia itu tak hanya dicatut namanya tapi juga dihina.
Meski disebut koppig atau keras kepala, sarap dan lain sebagainya, Jokowi tak terlalu tersinggung. Hanya saja, beliau enggan dicatut meminta saham sebesar 11 persen.
"Saya tidak apa-apa dikatakan Presiden gila! Presiden sarap, Presiden koppig, tidak apa-apa," katanya dengan nada tinggi. "Tapi kalau sudah menyangkut wibawa, mencatut meminta saham 11 persen, itu saya tidak mau. Tidak bisa. Ini masalah kepatutan, kepantasan, moralitas. Itu masalah wibawa negara."
(wk/)