Pihak Kepolisian membuka dugaan penyebab kematian Allya Siska dari hasil otopsi.
- Tim WowKeren
- Kamis, 14 Januari 2016 - 08:23 WIB
WowKeren - Nama Allya Siska menjadi sorotan publik belakangan ini. Perempuan ini diduga menjadi korban malpraktik usai menjalani terapi chiropractic di sebuah klinik.
Demi menyelidiki kasus ini, polisi baru-baru ini telah membongkar makam Allya dan melakukan otopsi. Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol Musyafak mengungkap ada beberapa hal yang diduga menjadi penyebab kematian.
"Dari hasil autopsi ditemukan resapan darah pada otot-otot dan jaringan lunak pada leher depan ke bawah," ujar Musyafak. "Resapan itu sampai ke cekungan selangka kemudian ke arah kiri sampai ke leher belakang mulai setinggi dasar tengkorak yaitu cervical 1 atau tulang leher 1 dan tulang leher 2 sampai batas bawah leher."
Tim forensik juga menemukan sejumlah resapan darah paling hitam. "Kemudian didapat juga resapan darah paling hitam, paling menyolok warnanya yaitu terletak setinggi tulang leher 1 dan tulang leher 2, artinya pusat pendarahannya di cervical 1 dan cervical 2 sebelah kiri di mana di situ ada pembuluh darah arteri vertevalis," imbuhnya.
Selain itu, ada juga resapan darah pada otot dada sebelah kanan mulai tulang selangka sampai tulang iga ke 7 dari depan dan samping. Meski begitu, karena jasadnya telah dikubur lebih dari 5 bulan, tim forensik masih belum bisa memastikan penyebab kematian.
Tim forensik menduga ada beberapa hal yang menjadi penyebab kematian Allya. Yang pertama, pendarahan tersebut merangsang baru reseptor, yaitu titik saraf yang ada di kanan-kiri leher yang berfungsi mengontrol tekanan darah sehingga diduga menyebabkan hipotensi.
Yang kedua, kemungkinan dikarenakan pendarahan menekan batanga otak sehingga menyebabkan koma sebelum akhirnya meninggal. Sementara itu, hasil otopsi keseluruhan diperkirakan akan keluar pekan ini.
(wk/)