Kapolres Tana Toraja AKBP Arief Satryo sayangkan perbuatan anak buahnya yang baru lulus pendidikan tahun lalu itu.
- Tim WowKeren
- Kamis, 21 Januari 2016 - 10:43 WIB
WowKeren - Baru-baru ini seorang anggota Polres Tana Toraja membuat geger di media sosial Facebook. Bripda Andrianto menyindir TNI yang tak ikut turun tangan saat insiden Bom Thamrin dan membanggakan aksi heroik dari polisi.
Polisi memang memberikan respon cepat saat terjadi insiden teror bom Thamrin (14/1) dengan melumpuhkan teroris hanya dalam waktu 4 jam. Berbagai pujian tak hanya datang dari masyarakat Indonesia, bahkan Dewan Keamanan PBB memberikan penghargaan tinggi atas kinerja aparat hukum Indonesia. Bripda Andrianto kemudian menyebut "TNI penakut" dalam postingan Facebook-nya yang akhirnya jadi heboh.
Menanggapi hal tersebut Kapolres Tana Toraja AKBP Arief Satryo, tak tinggal diam. Pihaknya juga sangat menyayangkan apa yang telah diperbuat polisi yang baru lulus pendidikan pada tahun lalu itu.
"Karena ketidaktahuan, ketidakpahaman anggota ini, meng-upload begitu saja komentar mendiskreditkan rekan TNI. Anggota ini tidak menyadari akan efeknya ke depan." ucap AKBP Arief Satriyo, Rabu (20/1), dilansir dari Merdeka. "Saya langsung perintahkan menghadap dan saya sendiri yang hukum. Dan yang bersangkutan sudah minta maaf."
Bahkan Wakapolda Sulsel, Brigjen Polisi Gatot Edy Pramono, juga meminta maaf atas kecerobohan anak buahnya itu. Edy mengungkapkan permintaan maaf tersebut saat mengikuti Rapat Pimpinan Komandan Satuan Terpusat di Kodam VII/Wirabuana di Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (20/1).
Meskipun sudah minta maaf dan mengakui kesalahannya, Bripda Andrianto masih harus menjalani hukuman. Kini Bripda Andrianto ditahan di Mapolda Sulsel. "Saat ini dia (Andrianto) sudah ada di Makassar. "Dia ditahan di Mapolda Sulsel untuk selanjutnya akan menjalani sidang disiplin," tambah Arief.
(wk/)