Kenangan Sophia Latjuba Soal Kakeknya yang Tokoh Besar di Indonesia
Selebriti

Netter sendiri terlihat antusias membaca perjuangan kakek Sophia dan menyadari kalau kekasih Ariel ini ternyata keturunan Arab.

WowKeren - Sophia Latjuba merupakan salah satu artis yang cukup jarang mengumbar kehidupan pribadinya di depan publik. Bahkan, tak ada yang menyangka kalau kakek dari kekasih Ariel ini merupakan tokoh besar di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Sophia lewat sebuah foto yang diunggahnya di Instagram. Ia pun menceritakan sejarah almarhum kakeknya yang menjadi salah satu orang penting di Tanah Air. "Mengenang kakek Lahir pada tanggal 2 Mei 1909 di Una-una, Sulawesi Tengah," tulisnya.

"Beliau adalah anak keturunan Arab yg sdh sejak lama bermukim di nusantara. Sejak muda, Latjuba meninggalkan kampung halamannya utk menuntut ilmu di Yogyakarta," sambungnya. "Mula pertama datang ke Yogyakarta, beliau tinggal di di rumah H.O.S. Tjokroaminoto. Dari Tjokroaminoto, Latjuba banyak menimba ilmu organisasi dan berkenalan dengan tokoh politik seperti Mohammad Roem, Soekarno, Syarifudin Prawiranegara, Kasman Singodimedjo."

Selain itu, kakek Sophia juga diangkat menjadi Kuasa Usaha dengan gelar Duta Luar Biasa dan Menteri Berkuasa Penuh untuk memimpin Kedutaan Besar RI di Karachi atau Pakistan di tahun 1952. Sang kakek juga sempat menjabat sebagai Duta besar RI untuk Mesir pada 1956.

"Mahmud Lamako Latjuba wafat pada tanggal 7 Desember 1975 di Jakarta dalam usia 66 tahun," tulisnya lagi. "Sumbangsih beliau bagi GAI dan bangsa Indonesia pada umumnya semoga selalu dikenang dan diteladani oleh kita semua."


Mengenang kakek ����� Lahir pada tanggal 2 Mei 1909 di Una-una, Sulawesi Tengah. Beliau adalah anak keturunan Arab yg sdh sejak lama bermukim di nusantara. Sejak muda, Latjuba meninggalkan kampung halamannya utk menuntut ilmu di Yogyakarta. Mula pertama datang ke Yogyakarta, beliau tinggal di di rumah H.O.S. Tjokroaminoto. Dari Tjokroaminoto, Latjuba banyak menimba ilmu organisasi dan berkenalan dengan tokoh politik seperti Mohammad Roem, Soekarno, Syarifudin Prawiranegara, Kasman Singodimedjo. Tahun 1925, Latjuba bergabung dengan Jong Islamieten Bond (JIB) yang didirikan antara lain oleh Syamsurizal, Moehammad Koesban, dan Soedewo. Beliau juga bergabung dengan Moeslim Broederschaap yang didirikan oleh Minhadjurrahman Djojosoegito dan Moehammad Hoesni pada tahun yang sama. Tahun 1932, beliau melanjutkan sutdi di Jurusan Sospol Universitas Lahore, India. Tahun 1937, beliau kembali ke Yogyakarta dan tinggal di rumah H. Zarkasyi, salah satu tokoh Persyarikatan Muhammadiyah kala itu. Beliau kemudian menikah dengan gadis pilihannya bernama Siti Fatihah. Dari pernikahannya ini beliau dikaruniai lima orang anak Tahun 1952, Latjuba diangkat menjadi sebagai Kuasa Usaha (Charge d���Affairs ad Interim) dengan gelar Duta Luar Biasa dan Menteri Berkuasa Penuh untuk memimpin Kedutaan Besar Republik Indonesia di Karachi (Pakistan). Tahun 1956, beliau dipindah tugas dan menjadi Duta besar RI untuk Mesir. Pada tahun ini, beliu mengajak tokoh-tokoh Indonesia di Kairo untuk mendukung berdirinya Sekolah Indonesia Cairo (SIC) di kawasan Dokki, Giza, Cario. Dalam Muktamar GAI Tahun 1973 di Purwokerto, beliau ditetapkan sebagai Ketua III PB GAI. Pada Jalsah tahun 1975, beliau menawarkan diri membantu Ketua Umum saat itu, H. M. Bachroen, untuk menerjemahkan The Holy Qur���an karya Maulana Muhammad Ali. Beliau menerjemahkannya dimulai dari surat-surat juz amma. Sayang sekali, beliau tidak dapat melanjutkan pekerjaan itu, karena pada tahun 1975 beliau dipanggil oleh Allah Ta���ala. Mahmud Lamako Latjuba wafat pada tanggal 7 Desember 1975 di Jakarta dalam usia 66 tahun. Sumbangsih beliau bagi GAI dan bangsa Indonesia pada umumnya semoga selalu dikenang dan diteladani oleh kita semua.

Foto kiriman Sophia Latjuba (@sophia_latjuba88) pada

Netter sendiri terlihat antusias membaca perjuangan kakek Sophia. "Wahh berarti ka sophie ada keturunan arab jg kah?" tanya salah seorang netter. "'Beliau menikah dgn gadis pilihannya', hebat..langka pada zaman itu nyari jodoh sendiri. Btw, thn 1975 mbak Sophie msh di Jerman ya? Kakek pernah jumpa mbak ngga?" kata yang lain antusias.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait