Sikap Italia yang menghormati Presiden Iran dengan menutupi patung telanjang justru menuai kritikan.
- Tim WowKeren
- Rabu, 27 Januari 2016 - 15:35 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, Presiden Iran Hasan Rouhani melakukan kunjungan ke Roma, Italia. Presiden Hasan Rouhani tiba di Museum Capitoline dan bertemu dengan Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi serta Paus Fransiskus.
Menyambut kedatangan Hasan Rouhani, pihak Italia pun melakukan beberapa langkah untuk menghormatinya. Salah satunya dilaporkan media setempat, Italia menutup patung-patung telanjang di Museum Capitoline tersebut.
Tidak hanya itu, tindakan serupa juga dilakukan Italia saat perjamuan makan malam. Italia memutuskan untuk menghilangkan berbagai menu minuman maupun makanan yang mengandung alkohol.
Meski demikian, sikap itu justru menuai protes dari kelompok yang mengkampanyekan hak-hak perempuan Iran. Seorang aktivis dari My Stealthy Freedom menilai Iran bahkan tidak menghormati warganya, khusunya para perempuan nonmuslim.
"Jadi Italia, kalian menghormati nilai Islam tapi Republik Islam Iran tidak menghormati nilai kami (perempuan Iran) ataupun kebebasan pilihan kami," kata pernyataan dari My Stealthy Freedom seperti dilansir The Independent. "Mereka memaksa setiap wanita nonmuslim untuk berhijab selama di Iran. Jika kamu mengunjungi Iran tanpa menggunakan baju tertutup maka kamu akan langsung dideportasi dari bandara."
Sementara itu, kedatangan Presiden Iran ke Italia salah satunya untuk membahas isu terorisme internasional. Kunjungan tersebut merupakan yang pertama kalinya setelah saksi internasional terhadap Iran dicabut.
(wk/)