Kepala sekolah menghajar siswanya hingga tewas hanya gara-gara tak ijin saat keluar dari asrama untuk menemui orangtua.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 13 Februari 2016 - 18:34 WIB
WowKeren - Seorang anak bernama Shamim Mullick (13) harus meregang nyawa di tangan kepala sekolahnya sendiri. Korban merupakan salah satu murid yang telah bersekolah selama beberapa tahun di Al Islamia Mission School, Desa Majlishur, Bengal Barat, India.
Shamim tewas karena dipukuli oleh kepala sekolahnya gara-gara menyelinap dari asrama untuk menemui orangtuanya. Pihak kepolisian saat ini tengah menyelidiki klaim yang dibuat oleh orangtua Shamim tersebut dan telah memasukkan tersangka ke dalam penjara.
Ibunda Shamim, Bibi, menjelaskan jika ia sempat menjenguk Shamim di asrama sekolah. Shamim lalu menyelinap dari asrama untuk menemui orangtuanya yang ingin memberikan makanan serta peralatan sekolah. Sesampainya lagi di asrama, Shamim langsung dihajar kepala sekolah.
Kepala sekolah beranggapan jika Shahim tak meminta ijin terlebih dahulu untuk keluar asrama. Setelah menghajar habis-habisan, kepala sekolah tak langsung mengantarkan Shamim ke rumah sakit dan hanya dirawat di klinik sekolah setempat.
Shamim baru dibawa ke rumah sakit setelah kondisinya sudah tak bisa terselamatkan. "Dia adalah anak kami satu-satunya. Kami bekerja keras agar bisa menyekolahkannya hingga ia punya pendidikan yang baik. Mereka membunuh anak kami. Aku ingin tersangka dihukum gantung," ujar Bibi.
Menurut media lokal, pihak keluarga hanya diberitahu tentang kematian Shamim melalui rumah sakit yang merawatnya. Sementara pihak sekolah sendiri diketahui berusaha menutupi kejadian tersebut dan menyebut jika Shamim meninggal gara-gara sakit.
(wk/)