Sopir (Muhammad Sasih) dan kernet (Endang) mengaku berbohong atas kematian karyawan Telkom bernama Bagus karena takut diamuk massa.
- Tim WowKeren
- Senin, 15 Februari 2016 - 09:15 WIB
WowKeren - Kasus kematian karyawan Telkom masih menjadi tanda tanya hingga saat ini. Awalnya, sopir (Muhammad Sasih) dan kernet (Endang) mengaku karyawan Telkom bernama Bagus Budiwibowo tewas karena dirampok di metromininya. Namun, baru-baru ini sopir dan kernet tersebut mengaku bahwa mereka berbohong.
Menurut pengakuan terbaru Muhammad Sasih, Bagus meninggal dunia karena terjatuh dari metromininya. Ia mengaku tak tahu mengapa tiba-tiba Bagus terjatuh karena menurutnya metromini miliknya berjalan pelan.
"Kejadiannya saat Pak Bagus pulang kerja pukul 17:30, Kamis (11/2/2016)," ujar Muhammad Sasih saat diperiksa di Polda Metro Jaya pada Minggu malam (14/2/2016). "Saat itu posisinya metromini berjalan pelan lalu saya lihat tiba-tiba Pak Bagus sudah jatuh di trotoar. Saat itu tidak ada perampokan di metromini."
Sopir metromini jurusan Pasar Minggu-Tanah Abang itu mengaku berbohong karena takut diamuk massa. Ia bersekongkol dengan sang kernet untuk berbohong pada polisi mengatakan Bagus dirampok.
"Soal saya dan kernet saya cerita perampokan, itu ngarang. Saya sudah sepakat dengan kernet saya, kalau ditanya polisi bilang saja ada perampokan lalu didorong ke aspal," ungkapnya. "Jujur Pak saya takut, takut makanya bohong, takut sama massa."
Hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian Bagus. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti mengungkapkan keterangan Muhammad Sasih dan Endang berubah-ubah sehingga polisi belum bisa memastikan penyebab kematian Bagus.
"Kami Polda hanya membantu penyelidikan saja. Sampai saat ini informasi korban dirampok masih simpang siur," ungkap Krishna Murti. "Keterangan sopir dan kernet berubah-ubah apakah korban ini korban kejahatan di atas metromini atau korban kecelakaan saat turun dari bus."
"Masih kami dalami, malam ini keterangan sopir dan kernet di Polda total berbeda," tambahnya. "Mereka mengakui mereka mengarang cerita soal korban dirampok ke rekan dan keluarga korban di rumah sakit."
Kepolisian juga masih menyelidiki apakah ada unsur kriminalitas dalam kematian Bagus tersebut. Apalagi harta benda Bagus masih ada di dalam tasnya kecuali ponselnya yang raib. Hingga saat ini polisi masih berusaha mencari keberadaan ponsel tersebut.
"Kami selidiki terus, karena faktanya tas, dompet dan Laptop korban masih ada sudah diamankan anggota Kepolisian Lalu Lintas," tambahnya. "HP-nya hilang, masih kami upayakan untuk dicari."
(wk/)