Polisi Grebek Klinik Aborsi Ilegal, 'Dokter' Hanya Lulusan SMP
Nasional

Kombes Adi Vivid mengungkapkan praktik aborsi ilegal ini cukup berbahaya karena tidak dilakukan oleh tim medis ahli.

WowKeren - Polisi baru saja melakukan penggerebekan pada klinik aborsi ilegal di daerah Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Klinik tersebut tidak memiliki izin resmi dan memakai dokter gadungan.

Bahkan salah satu dokter gadungan ternyata hanyalah lulusan SMP. Kepala Sub Direktorat Sumdaling Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Adi Vivid mengungkapkan praktik aborsi ilegal ini cukup berbahaya karena tak dilakukan oleh tim medis ahli.

"Tenaga medis yang bekerja di sini tidak ada satu pun yang berlatar belakang ahli kandungan. Kebanyakan hanya dokter umum, bahkan ada salah satunya yang hanya tamatan SMP," ujar Adi pada Rabu (24/2). "Bayangkan, betapa bahayanya ini."


Saat ini polisi telah mengamankan 10 pelaku. Para pelaku menjajakan bisnis aborsi ilegalnya ini melalui online. Mereka memasang tarif antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.

Namun, semakin besar kondisi janin maka semakin besar pula tarif yang dikenakan. Bahkan tarif untuk praktik aborsi ilegal ini bisa mencapai Rp 10 juta. "Kabarnya ada yang usia kehamilannya enam bulan dan ditawarkan tarif Rp 10 juta," ungkapnya.

Bukan hanya mengamankan pelaku, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti yakni alat-alat yang digunakan untuk melakukan aborsi. Para pelaku ini terancam hukuman 10 tahun penjara dengan pasal berlapis.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait