Pramono Anung menyatakan bahwa upaya pemerintah tidak akan dihentikan hingga seluruh WNI bisa bebas dari kelompok Abu Sayyaf.
- Tim WowKeren
- Kamis, 14 April 2016 - 08:29 WIB
WowKeren - Sampai saat ini, 10 Warga Negara Indonesia (WNI) belum juga bisa dipastikan nasibnya. Pasukan khusus Filipina di Pulau Basilan juga belum menemukan lokasi penyanderaan WNI. Lalu bagaimana dengan perkembangan usaha pemerintah Indonesia untuk membebaskan 10 WNI itu?
Dilansir dari laman Jpnn, pemerintah Indonesia masih terus mengandalkan pemebebasan melalui jalur soft diplomacy. Pemerintah mengaku usaha mereka sudah masuk ke dalam tahap penyelesaian.
"Saat ini sedang dalam tahap penyelesaian," jelas Sekretaris Kabinet Pramono Anung. "Mudah-mudahan bisa segera terealisasi (pembebasan seluruh WNI)." Beliau menjamin bahwa situasi masih terkendali.
Pramono juga menyakinkan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap aksi penyanderaan yang sudah berlangsung selama 19 hari itu. Tapi tentunya, pemerintah masih tetap menghormati kedaulatan Filipina sebagai pemilik otoritas wilayah.
Saat disinggung soal metode soft diplomacy apa yang digunakan, Pramono enggan memberikan jawaban lebih lanjut. Beliau hanya menyatakan bahwa upaya pemerintah tidak akan dihentikan hingga seluruh WNI bisa bebas dari kelompok Abu Sayyaf.
(wk/)