Ketua Panitia SNMPTN membeberkan bukti yang menunjukkan kesalahan pihak sekolah.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 14 Mei 2016 - 16:11 WIB
WowKeren - Kabar ketidaklulusan 100 persen siswa Jurusan IPA SMAN 3 Semarang dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi negeri (SNMPTN) belum lama ini menghebohkan publik. Ketua panitia SNMPTN, Prof Dr H Rochmat Wahab, MPd, MA, pun angkat bicara. Menurut Rochmat, pihak panitia SNMPTN sudah menyiapkan bukti jika kesalahan tersebut berasal dari pihak sekolah.
Rochmat siap memberikan data print out sistem Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) kepada pihak sekolah. Data itu merupakan milik salah seorang siswa yang diisi tidak lengkap oleh pihak sekolah.
"Jadi yang on dan off (SKS discontinue) di SMAN 3 Semarang tidak konsisten ternyata," ujar Rochmat dilansir Detik. "Misalnya ini, dia menentukan on di Kimia untuk semester 1 2014/2015, tapi tidak ada nilainya. Ini kan tidak memenuhi syarat karena nilai kimia tidak keluar, berarti dia nggak punya nilai, nggak full. Jadi kalau nggak lengkap, ya tidak diproses."
Rochmat pun membantah sistem PDSS tidak mengakomodir sistem SKS discontinue. Ia bahkan meminta pihak SMAN 3 Semarang mengakui kesalahannya.
"Pihak kepala sekolah tidak cermat," lanjut Rochmat. "Menurut saya, akui saja dengan gentle."
Sebelumnya, kepala SMAN 3 Semarang memang meminta diberi akses untuk masuk ke sistem PDSS untuk mengetahui letak kesalahan. Namun ia tidak bisa sembarangan membuka sistem.
"Tapi enggak bisa dong, kalau dibuka di sana," imbuh Rochmat. "Siapa yang jamin tidak di-hack? Yang tanggung jawab siapa? Kalau ada yang dibutuhkan, bisa ke saya. Sudah saya siapkan."
(wk/)