Padahal agensi harus merogoh kocek yang cukup besar agar artisnya bisa melakukan promosi di acara musik.
- Tim WowKeren
- Rabu, 25 Mei 2016 - 12:47 WIB
WowKeren - Tak bisa dipungkiri jika acara musik seperti "Music Bank" KBS, "Inkigayo" SBS dan "Music Core" MBC merupakan program yang bertahan lama. Padahal masing-masing tak pernah membanggakan dalam urusan rating.
Menurut Nielsen Korea, rating yang diraup tiga acara musik di stasiun televisi publik itu bahkan tak sanggup menyentuh angka 2 persen. "Inkigayo" mencatat rating 1,7 persen, "Music Core" mencatat 1,8 persen, sedangkan "Music Bank" hanya mampu meraup rating 1,3 persen. Jika variety show, stasiun TV pasti sudah menghentikan penayangannya.
Namun hal tersebut tentu saja tak berlaku bagi acara musik. Pasalnya, acara musik ternyata merupakan sumber pendapatan stasiun televisi selain iklan. Menurut Ilgan, agensi harus mengeluarkan kocek hingga 100 juta Won (sekitar Rp 1,15 miliar) sebagai biaya promosi selama empat minggu.
Biaya tersebut baru dikenakan setelah grup idol dipastikan bisa tampil di acara. Pasalnya, untuk bisa tampil saja harus melewati langkah yang sulit. Setiap manajer harus mengalahkan 70 saingan agar grup idol yang ditanganinya masuk dalam daftar penampilan. Karena dari 100 manajer yang mengantri, hanya 30 saja yang bisa melakukan negosiasi dengan PD acara musik.
Untuk bisa populer, agensi harus bisa mengirim artisnya tampil di acara musik. Mengingat PD acara musik dibawahi olah satu Chief produser yang biasanya memegang variety show dengan rating tinggi. Jika ingin tampil di salah satu variety tersebut, mereka pastinya harus tampil di acara musik dulu. Padahal seperti yang diketahui, "Music Bank" dll adalah acara berbayar.
Terlepas dari ratingnya yang kelewat rendah, acara musik bisa dibilang sebagai gerbang popularitas. Jika tak melakukan promosi di acara musik, agensi tentu saja harus membuang jauh-jauh keinginan artisnya untuk bisa tampil di variety show seperti "Radio Star", "King of Mask Singer", "Running Man", "Happy Together", "Laws of the Jungle" dan yang lain. Padahal sudah bukan rahasia lagi jika variety show mampu melejitkan popularitas idol.
"Hubungan antara stasiun televisi dan agensi seperti topdog dan underdog," ujar CEO salah satu agensi. "Melalui hubungan seperti itu, banyak sekali situasi yang tak beralasan. Tapi cara terbaik stasiun televisi untuk mengontrol agensi musik adalah lewat acara musik. Jadi tak ada kemungkinan acara musik akan dihentikan. Kecuali ratingnya menyentuh angka nol persen."
(wk/)