Ramadhan Hingga Lebaran, Peredaran Uang Kertas Diprediksi Capai Rp 160 Triliun
Nasional

Peredaran uang kertas tertinggi berada di Pulau Jawa yakni sebesar 33 persen.

WowKeren - Kebutuhan masyarakat akan uang tunai biasanya mengalami peningkatan pada periode Ramadhan sampai Lebaran. Peredaran uang kertas pada periode ini pun diprediksi akan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Menurut Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI), Suhaedi, peredaran uang selama sembilan tahun terakhir pada periode Ramadhan dan Lebaran mengalami peningkatan rata-rata mencapai 14,7 persen. Pada tahun ini, diperkirakan jumlah uang yang keluar (outflows) dari BI mencapai 14,5 persen. Sedangkan uang yang masuk ke perbankan (inflows) meningkat sebesar 14,1 persen.

"Tahun lalu penarikan uang oleh masyarakat Rp 140 triliun dari seluruh kantor-kantor BI di 43 kantor yang melayani per kasa," ujar Suhaidi. "Diperkirakan penarikan dari BI pada periode Ramadhan dan Lebaran 2016 mencapai Rp 160 triliun."


Suhaedi juga menyebut ada sejumlah penyebab yang memicu peningkatan kebutuhan uang kertas tersebut. Penyebab tersebut yakni pembayaran gaji ke-13 dan ke-14 bagi PNS, tunjangan hari raya bagi swasta, jumlah hari libur yang lebih banyak karena bertepatan dengan liburan sekolah serta penambahan titik penukaran uang oleh BI.

BI mencatat, uang kartal yang beredar didominasi oleh pecahan besar seperti Rp 20 ribu ke atas. Selanjutnya, outflows tertinggi berada di Pulau Jawa yakni sebesar 33 persen. Menyusul kemudian Jabodetabek dengan 28 persen dan Sumatera sebesar 20 persen. Sedangkan sisanya berada di wilayah Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait