Dahlan menyebut terdapat sedikit kontroversi di kalangan umat Islam terkait prosesi pemakaman Ali.
- Tim WowKeren
- Jumat, 10 Juni 2016 - 15:40 WIB
WowKeren - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan rupanya tengah berada di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat untuk menghadiri pemakaman petinju dunia, Muhammad Ali. Dahlan bahkan secara khusus membuat video reportase untuk melaporkan suasana menjelang pemakaman sang legenda pada Kamis (9/6).
Dalam video reportasenya, Dahlan mengabarkan sudah banyak pelayat yang mendatangi gedung Muhammad Ali Center. Hingga sore waktu setempat, Dahlan menyebut masih banyak warga yang terus berdatangan guna memberi penghormatan terakhir.
"Di sini sudah banyak pelayat yang datang meskipun jenazahnya tidak di gedung ini," ujar Dahlan. "Mereka meletakkan foto-foto dan karangan bunga dan segala macam tanda mata untuk beliau."
Menurut Dahlan, salat jenazah yang baru digelar kamis siang dihadiri oleh 14 ribu jemaah. Salat jenazah itu dipimpin oleh tokoh Islam terkemuka di Amerika Serikat yakni Louis Farrakhan. Beberapa tokoh dunia juga terlihat mengikuti salat jenazah seperti Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan Raja Yordania, Abdullah II bin Hussein.
Dahlan menyebut terdapat sedikit kontroversi di kalangan umat Islam terkait prosesi pemakaman Ali. Umat Islam di sana mempertanyakan pemakaman yang baru digelar sepekan setelah juara dunia itu wafat. Meski begitu, keluarga Ali memutuskan mengikuti keinginan masyarakat luas di Amerika Serikat bahwa harus ada prosesi untuk menghormati sang legenda.
"Besok pagi (Jumat malam WIB) akan ada acara sangat besar, karena akan ada prosesi jenazah dari tempat salat tadi menuju ke tempat penghormatan terakhir (KFC Yum! Center) yang kapasitasnya di 22 ribu orang,"imbuh Dahlan. "Jadi besok itu prosesinya akan sangat panjang melewati jalan-jalan utama Kota Louisville. Sehingga besok akan ada banyak jalan utama di kota ini yang ditutup."
Pemakaman Ali kabarnya akan dihadiri oleh sejumlah tokoh dunia lainnya. Bahkan, mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton juga dijadwalkan akan hadir.
(wk/)