Kasatpol PP Serang angkat bicara seputar razia warteg milik bu Eni yang salah prosedur tersebut.
- Tim WowKeren
- Selasa, 14 Juni 2016 - 07:53 WIB
WowKeren - Razia warteg milik bu Eni di Serang, Banten memang tak habis-habisnya menjadi bahan perbincangan masyarakat. Setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten memberikan tanggapan terkait razia salah prosedur itu, kini Ketua Satpol PP Serang, Maman Lutfi yang angkat bicara.
Menurut Maman, razia terhadap warung atau rumah makan yang buka pada saat siang hari selama bulan Ramadan akan tetap dilakukan. Jika sudah ada peraturan mengenai penghentian razia, barulah operasi itu akan dihentikan.
"Kami akan operasi, tetap akan operasi, karena perda ini belum dicabut," tegas Maman saat ditemui di Serang baru-baru ini. "Kan kami juga punya agenda untuk melakukan operasi penertiban sesuai dengan edaran wali kota bahwa pada siang hari tidak boleh buka."
Ketika ditanya soal tindakan Satpol PP Serang yang salah prosedur, Maman mengaku jika hanya warung ibu Eni saja yang buka saat itu. Ditambah lagi ada empat orang yang makan di warteg milik bu Eni.
"Kan saya sudah bilang, sebelum (merazia) ibu warteg itu kami operasinya ke pasar besar dahulu. Pada saat itu memang tidak ada yang buka," lanjut Maman. "Nah, makanya pada saat mau pulang, kami menyisir dahulu, ada yang makan empat orang (di warung bu Eni). Makanya seperti itu (dirazia)."
Penyitaan barang dagangan di warung milik bu Eni memang telah mengundang perhatian dan simpati dari berbagai kalangan. Tak hanya dari kalangan masyarakat, bahkan Presiden RI Joko Widodo pun juga menaruh perhatian pada kejadian yang menimpa bu Eni dengan memberikan bantuan secara pribadi melalui ajudannya.
(wk/)