Ibu ini memiliki 3 bukti USG yang membuktikan dirinya hamil anak kembar.
- Tim WowKeren
- Kamis, 16 Juni 2016 - 15:58 WIB
WowKeren - Seorang ibu bernama Raudiah melaporkan kehilangan salah satu bayi kembarnya pada Komnas Pelindungan Anak pada Selasa (15/6). Ibu tersebut mengaku hanya diberi satu bayi saat melahirkan di Rumah Sakit Harapan Jayakarta pada Minggu (8/5).
Menurut Raudiah, ia pernah melakukan USG di dua Rumah Sakit dan Puskesmas sebelum melahirkan. Hasil USG tersebut membuktikan dirinya memiliki bayi kembar.
"Pada 5 januari 2016, saya periksa di Puskesmas Jatipadang menyatakan hasil USG status bayi kembar," ujar Raudiah. "Periksa lagi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Budhi Asih pada Febuari 2016 juga hasil USG kembar."
Bahkan, Rumah Sakit Harapan Jayakarta juga memberikan dokumen yang menyatakan dirinya hamil bayi kembar tepat sebelum ia melahirkan. Anehnya, ia hanya mendapat satu bayi usai melahirkan.
"Saya yakin bayi saya kembar. Sebelum melahirkan saya sudah melakukan tiga kali USG. Sampai di Rumah Sakit Harapan Jayakarta menyatakan bayi saya kembar," imbuh Raudiah. "Saya mengadukan RS. Harapan Jaya, yang telah mengoperasi saya. Dari hasil operasi mereka hanya menyerahkan satu bayi berjenis kelamin permpuan."
Saat masih berada di ruang operasi, Raudiah sempat menanyakan dimana bayinya yang satu lagi. Namun, ia hanya mendapat jawaban ketus dari salah satu asisten dokter.
"Salah satu asisten dokter malah marah-marah dan mengatai saya," tambah Raudiah. "Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saat itu, saya juga takut karena perut masih dijahit sama dia. Akhirnya seorang perawat laki-laki menghampiri saya dan berbisik, 'Ibu tidak usah gelisah'."
Raudiah mengingat ada kejanggalan aneh saat ia tengah melahirkan. Meski sedang dibius, ia masih bisa mendengarkan suara kencang dari musik yang diputar. Raudiah pun menaruh curiga ada upaya untuk mengecoh pendengarannya dari perbincangan tim medis saat ia melahirkan.
Raudiah tak menyerah, ia berusaha bertemu dengan dokter yang menangani proses persalinannya namun dokter itu terkesan tidak memperdulikan hasil USG. Ia malah mendapat jawaban bernada ancaman. Dokter tersebut menyebut akan menuntut balik pihak keluarga apabila sampai membawa kasus ini ke ranah hukum.
Keluarga Raudiah mengaku tak takut dan melaporkan kasus tersebut pada pihak kepolisian. Namun karena petugas belum menemukan pasal yang tepat, mereka mengusulkan agar Raudiah mengadu ke Komnas PA.
(wk/)