Hujan Terus Turun, BMKG Sebut Tahun 2016 Musim Kemarau Mundur
Nasional

BMGKG menyebut ada sisi postif dan negatif dari mundurnya musim kemarau tahun ini.

WowKeren - Musim kemarau di Indonesia umumnya diawali mulai bulan Mei. Namun untuk tahun 2016, musim kemarau diprediksi mundur dari siklus sebelumnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi BMKG, Hary Tirto Djatmiko. Hary menyebut hujan dipastikan masih akan mengguyur sejumlah kawasan, termasuk di Jabodetabek.

"Tahun 2016 ini musim kemaraunya mundur dan akan didominasi oleh hujan normal," ujar Hari dilansir Kompas pada Senin (20/6). "Kondisi seperti ini biasanya kami sebut dengan nama kemarau basah."


Menurut Hary, ada sejumlah faktor yang menyebabkan musim kemarau tahun ini mundur. Salah satunya adalah fenomena "La Nina" yang mengakibatkan bertambahnya curah hujan. Fenomena ini diperkirakan terjadi mulai bulan Juli hingga September 2016 mendatang.

Hary pun menjelaskan ada sisi positif dan negatif dari kondisi kemarau basah tahun ini. Sisi positifnya, umat Muslim akan bisa menjalankan ibadah puasanya dalam kondisi teduh seperti yang terjadi belakangan ini. Sedangkan sisi negatifnya, akan timbul genangan hingga banjir apabila hujan mengguyur suatu daerah dengan intensitas tinggi.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait