Kontrak Kerja 18 Tahun, Pilot Lion Air Kerap Dipaksa Terbang 22 Jam Sehari
Nasional

Sejumlah pilot Lion Air tidak terima dengan pemecatan dan mengadu ke LBH Jakarta.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, delay parah yang menimpa maskapai Lion Air hangat dibicarakan oleh publik. Diduga peristiwa itu terjadi lantaran ada sejumlah pilot yang mogok kerja. Akibatnya, 14 pilot Lion Air dipecat dan dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penghasutan dan pencemaran nama baik.

Tidak terima dengan pemecatan itu, tiga mantan pilot mengadu ke LBH Jakarta. Berdasarkan penuturan mereka, diketahui jika maskapai Lion Air mengkontrak mengajukan selama 18 tahun. Jika menolak mereka harus membayar pinalti atau pengganti biaya training yang dilakukan.

"Status pilot itu pekerja kontrak dengan denda pinalti dari Rp 500 juta dan sampai Rp 7 miliar. Seperti salah satu kontrak ini, masa kerja dari 2015-2033. Berarti 18 tahun dikontrak," ujar salah satu pilot, Mario dilansir dari Liputan 6. "Pada Pasal 6 dalam kontrak, disebutkan pihak harus mengganti biaya training sebesar USD 715.339. Kontrak disodorkan setelah training, kalau kita menolak menandatangani maka kita akan diminta bayar biaya training."

Mario juga menuturkan jika pilot Lion Air kerap diminta terbang di luar jam kerja. Bahkan, ada pilot yang sampai harus terbang selama 22 jam perhari. Hal itu dianggap sangat merugikan dan bisa mengganggu psikis dan mental mereka.


"Lion Air itu ada Operating Manual (OM) yang ditandatangani Kemenhub. Di Lion Air sehari itu 9 jam. Seminggu 30 jam, itu standar baku internasional. Tapi ada yang sampai 22 jam (perhari)," imbuh Mario. "Jam kerja, jam terbang sering. Hari libur kami sering dipaksa untuk bekerja. Jadi menurut mereka, libur itu pemberian, bukan hak."

Menanggapi hal ini, Kementerian Perhubungan kabarnya akan memanggil pihak Lion Air dan para pilot. Diharapkan akan ada solusi yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.

Sementara itu, konflik ini bermula saat Serikat Pekerja Asosiasi Pilot Lion Group (SP-APLG) mengatakan jika maskapai ini sering delay lantaran masalah internal. Bahkan pada 10 Mei lalu, Lion Air delay parah di sejumlah Bandara di Indonesia. Akibat kejadian itu, pihak maskapai langsung menindak tegas 14 pilot yang dianggap terlibat.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait