Dipakai Hingga Atlet Olimpiade, Terapi Bekam Ternyata Punya Segudang Manfaat
SerbaSerbi

Namun selain manfaat, terapi bekam juga memiliki efek samping.

WowKeren - Bloodletting atau yang lebih dikenal terapi bekam kini menjadi buah bibir. Pasalnya, beberapa atlet Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil tampaknya menggunakan terapi tersebut. Misalnya, perenang yang baru saja mendapatkan medali emas, Michael Phelps dan atlet senam artistik asal Amerika Serikat, Alex Naddour.

Terapi itu memang akrab didengar di pasaran. Selain kesegaran yang didapat, harganya juga cukup terjangkau. Belum lagi, bila tidak ada waktu dan kerjaan menumpuk, terapi ini bisa diaplikasikan ketika di rumah. Namun sebelum melakukannya, anda juga harus memahami tentang terapi bekam, jenis dan efek sampingnya berikut ini:

  • Apa itu Terapi Bekam?
  • Terapi bekam sudah digunakan sebagai terapi medis selama lebih dari 3000 tahun. Pengobatan ini berasal dari Mesir pada tahun 1000 SM dan digunakan sampai pertengahan abad 20. Dari berbagai catatan kuno, disebutkan terapi ini direkomendasikan untuk berbagai kondisi, tetapi terutama untuk infeksi.

    Berdasarkan teori medis kuno, terapi bekam menekankan bahwa empat cairan tubuh manusia, yaitu darah, dahak, empedu hitam dan empedu kuning. Untuk menjaga kesehatan, keempat cairan ini harus seimbang. Karena itu, diperlukan media yang mampu menarik kulit sehingga cairan dalam tubuh tetap stabil.

    Di masyarakat, terapi bekam dikenal sebagai salah satu bentuk terapi alternatif dengan cara menempatkan gelas ke kulit untuk menarik kulit. Gelas bisa terbuat dari berbagai jenis bahan, misalnya beling atau kaca, bambu, atau tembikar.

  • Jenis-Jenis Terapi Bekam
  • Ada berbagai jenis terapi bekam, di antaranya yang paling umum dilakukan adalah bekam kering dan bekam basah. Dalam praktik bekam kering, terapi ini hanya mengisap kulit. Masyarakat menyebutnya kop. Sedang, bekam basah menggabungkan kombinasi antara hisap kulit dan perdarahan terkontrol yang disengaja.

  • Cara Kerja Terapi Bekam
  • Bekam kering dan bekam basah menggunakan zat yang mudah terbakar seperti alkohol, herbal, atau kertas yang ditempatkan di dalam cangkir dan dibakar. Setelah api padam, cangkir ditempatkan terbalik di kulit pasien.

    Saat udara di dalam cangkir mendingin, terciptalah ruang hampa. Hal ini menyebabkan kulit tertarik dan memerah serta pembuluh darah berkembang. Cangkir umumnya dibiarkan di tempatnya selama lima sampai 10 menit.

    Peneliti mengatakan terapi bekam sebaiknya tidak diterapkan ke bagian tubuh yang memiliki trombosis vena dalam, luka, bagian arteri, dan bagian tubuh yang terdapat denyut nadi.


Menurut American Cancer Society, sebaiknya tidak menerapkan terapi bekam pada perawatan medis konvensional untuk kanker karena mungkin akan menimbulkan konsekuensi kesehatan yang serius.

Jadi, disarankan bagi penggemar terapi bekam yang menderita penyakit tertentu, untuk tetap berobat ke dokter dengan ilmu kedokteran modern.

  • Manfaat Terapi Bekam
  • The British Cupping Society mengatakan, terapi bekam bisa mengobati berbagai kondisi meski ini belum didukung oleh penelitian ilmiah. Menurut The British Bekam Society, terapi bekam dapat digunakan untuk mengobati:
    1. Kelainan darah seperti anemia dan hemofilia
    2. Penyakit rematik seperti arthritis dan fibromyalgia
    3. Membantu meningkatkan kesuburan dan membantu mengobati gangguan ginekologi
    4. Masalah kulit seperti eksim dan jerawat
    5. Tekanan darah tinggi atau hipertensi
    6. Migrain
    7. Kecemasan dan depresi
    8. Penyumbatan bronkial yang disebabkan oleh alergi dan asma
    9. Pembuluh darah melebar
    Ulasan para peneliti Australia dan Tiongkok terhadap 135 studi tentang terapi bekam, yang diterbitkan antara tahun 1992 dan 2010, menyimpulkan bahwa terapi bekam mungkin efektif bila dikombinasikan dengan perawatan lain seperti akupunktur atau obat dalam menyembuhkan berbagai penyakit dan kondisi, seperti herpes zoster, jerawat, lumpuh wajah dan spondylosis serviks.

  • Efek Samping Terapi Bekam
  • Terapi bekam dianggap relatif aman, terutama bila dilakukan oleh para profesional kesehatan yang terlatih. Potensi efek samping meliputi ketidaknyamanan bergerak, luka bakar, memar, dan infeksi kulit.

    Menurut The British Cupping Society, terapi bekam harus dihindari oleh wanita hamil atau menstruasi, penderita kanker dan orang dengan patah tulang atau spasme otot. Terapi bekam ini terbukti menyegarkan kembali badan yang lesu apalagi di kala pekerjaan yang menumpuk. Penasaran, ingin segera mencoba terapi bekam? Selamat menikmati.

    (wk/)

    Follow Berita WowKeren.com di Google News

    You can share this post!

    Berita Terkait