Begini pendapat tetangga sekitar tentang pelaku bom bunuh diri tersebut.
- Tim WowKeren
- Senin, 29 Agustus 2016 - 07:23 WIB
WowKeren - Peristiwa percobaan bom bunuh diri terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Medan pada Minggu (28/8). Pelaku diketahui sebagai seorang pemuda yang baru saja lulus dari SMA.
Peristiwa tersebut tentu saja membuat tetangga pelaku merasa kaget. Hal itu lantaran pemuda ini diketahui sebagai seorang anak yang cukup pintar dan rajin beribadah.
"Anaknya memang jarang bergaul di sini," ujar seorang tetangga. "Tapi selama ini kami tahu kalau dia itu anak yang rajin beribadah serta pintar."
Selain itu, pelaku juga diketahui berasal dari keluarga yang cukup terpandang. Tetangga menyebut ayah sang pelaku adalah seorang pengacara sedangkan ibunya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Sementara itu, Ditreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Nur Fallah menjelaskan jika bom yang diledakkan pelaku itu berdaya ledak rendah. Dari hasil penyelidikan sementara, Nur menyebut jika pelaku mengaku disuruh seseorang untuk melakukan bom bunuh diri.
"Low explosive. Itu tadi yang diledakkan," tutur Nur. "Yang bersangkutan mengaku disuruh orang."
*Update Berita 23 Juni 2023 16:09 WIB: Sesuai rekomendasi Dewan Pers, berita ini telah dikoreksi pada 23 Juni 2023 dengan mempertimbangkan kewajiban perlindungan terhadap anak.
(wk/)