Ditahan di Filipina, 177 WNI Diperlakukan Tak Manusiawi
Nasional

Duta Besar RI untuk Filipina menceritakan penderitaan 177 WNI selama ditahan di Filipina.

WowKeren - 177 calon jemaah haji asal Indonesia ditahan di Filipina lantaran tersandung kasus paspor palsu. Ratusan WNI ini berniat berangkat ke Tanah Suci dengan memanfaatkan kuota dari negara tersebut.

Demi memulangkan ratusan calon jemaah itu, pemerintah harus melobi pihak Filipina. Duta Besar RI untuk Filipina, Johny Lumintang sempat menceritakan usaha yang dilakukan demi memulangkan mereka. Tidak hanya itu, ia juga mengungkap penderitaan calon jamaah itu saat ditahan pihak imigrasi Filipina.

Ratusan WNI itu kabarnya ditempatkan di sel yang tidak manusiawi. Pihak aparat setempat berjanji untuk segera memindahkan mereka, namun tidak kunjung terealisasi.


"Sangat tidak manusiawi. 15 Orang dimasukan ke dalam satu ruangan kecil. Sehingga saya tanya apakah mereka bisa dipindahkan ke KBRI. Karena mereka bukan kriminal, mereka adalah korban," ujar Johny. "Mereka baru bisa dipindahkan hari Kamis (25/8) jam 12 malam. Tapi itupun tidak semua, ada 39 orang yang masih ditahan."

Saat ini, sebanyak 168 WNI telah berhasil dipulangkan.Para calon jamaah haji ini tiba di Tanah Air, Minggu (4/9). Mereka langsung kembali ke kota asal dan disambut dengan penuh haru oleh sanak keluarga.

Sementara itu, pemerintah RI berjanji akan mengusut kasus ini hingga tuntas. 177 WNI itu diketahui menjadi korban sindikat pembuat paspor palsu. Mereka dijanjikan bisa berangkat haji dari Filipina lantaran kuota di Indonesia telah habis.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait