Otak Pembunuhan Munir Belum Ditemukan, Inilah Penjelasan TPF
Nasional

Inilah penjelasan anggota TPF Munir yang mengaku kesulitan periksa sejumlah tokoh terkait.

WowKeren - Kasus kematian Munir sampai saat ini belum menemukan titik penyelesaian. Terdapat sejumlah tokoh yang diduga terkait dengan pembunuhan mantan aktivis Hak Asasi Manusia itu.

Mantan Ketua Tim Pencari Fakta (TPF) Marsudhi Hanafi juga sempat memberi pernyataan. Menurutnya, A.M Hendropriyono mengetahui kasus pembunuhan Munir. Hal ini karena dirinya saat itu menjabat sebagai Ketua Badan Intelejen Negara (BIN).

Tidak diperiksanya Hendropriyono menimbulkan tanda tanya bagi banyak pihak. Selain Marsudhi, anggota Tim TPF, Hendardi juga mengungkapkan alasan kenapa tokoh BIN itu lepas dari penyelidikan.

"Kalau Pak Hendro belum tersentuh di dalam apa yang dikerjakan TPF," ujar Hendardi. "Bukan saja karena tidak bersedia diperiksa, tapi juga memang jabatannya sebagai Kepala BIN, posisi dia punya tanggung jawab pada lembaga tersebut."

Hendardi mengungkapakan kesulitan lain dari tim TPF. Ia menuturkan vonis bebas yang diterima Muchdi Purwopranjono, mantan Deputi V BIN menghambat pemeriksaan terhadap Hendropriyono.


Selama ini kasus Munir hanya terhenti pada tersangka di lapangan. Namun sampai saat ini otak dibalik pembunuhan tersebut belum juga terungkap.

"Kan aktor lapangan (Pollycarpus), aktor fasilitator sudah (disidang)," tambah Hendardi. "Tapi aktor perencanaan macet."

Hendardi menuturkan pemeriksaan anggota BIN sangat sulit. Selain tidak mau diperiksa di luar kantor, mereka memiliki kehendak untuk menolak. Hendardi juga menyatakan hal ini berkebalikan jika ia hendak masuk kantor Intelejen Negara tersebut.

"Mereka (anggota BIN) tidak menghendaki diperiksa di luar kantor BIN," ujar Hendardi. "Tapi sebelumnya kami dilucuti handphone dan lain-lainnya."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!