Beredar pesan berantai tentang ratusan WN Tiongkok yang datang untuk membela Ahok. Begini hasil pengecekan polisi.
- Tim WowKeren
- Senin, 31 Oktober 2016 - 08:40 WIB
WowKeren - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terus menuai sorotan publik. Belakangan ini beredar kabar jika banyak warga negara (WN) Tiongkok yang datang ke Jakarta hanya untuk membela Gubernur DKI Jakarta itu.
Dalam pesan berantai itu disebutkan jika ada sekitar 500 WN Tiongkok datang ke ibukota. Mereka kabarnya akan tiba melalui Bandara Soekarno Hatta.
Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian akhirnya angkat bicara. Mereka memastikan jika kabar itu tidak benar. "Itu hoax! Informasi yang dimaksud nihil," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono dilansir dari Detik.
Kombes Awi menuturkan jika pihaknya telah melakukan pengecekan. Mereka juga menjalin kerja sama dengan pihak Bandara.
"Malam hari pukul 21:40 WIB kami koordinasi dengan petugas PT JAS terkait jumlah kedatangan penumpang pesawat Cathay Pasifik CX 719 pada hari dan jam yang dimaksud, namun penumpangnya hanya sebanyak 270 orang terdiri dari 120 laki-laki, 135 perempuan dan 15 anak-anak. Adapun Informasi yang dimaksud nihil," imbuhnya.
Tak hanya itu, mereka juga melakukan pemeriksaan ke hotel yang kabarnya merupakan tempat para WN Tiongkok itu menginap. Namun dari investigasi itu, hasilnya juga nihil. Lebih lanjut, Kombes Awi mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada kabar yang belum diketahui kebenarannya.
"Kemudian hasil koordinasi dengan manajemen hotel Pop! pada Minggu (30/10) sekitar pukul 07:50 WIB didapatkan informasi bahwa WNA China atas nama Jian Zhiping beserta 27 orang lainnya benar menginap di Hotel Pop! check-in pukul 22:45 WIB tanggal 28 Oktober 2016 dan check out pada tanggal 29 Oktober pukul 04:00 WIB kemudian menuju ke Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Kendari," ujar Kombes Awi.
Sementara itu, Ahok sendiri belakangan memang kerap menuai kontroversi. Calon gubernur DKI Jakarta mendapat beragam kritikan lantaran ucapannya yang dinilai melecehkan agama.
(wk/)