Ahok merasa sebagai korban fitnah, Buni Yani menganggap dirinya tak bersalah. Bagaimana menurut Anda?
- Tim WowKeren
- Selasa, 08 November 2016 - 08:30 WIB
WowKeren - Kontroversi video penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat berada di Pulau Seribu menjadi ujian baru bagi peradilan hukum Indonesia. Berawal dari penghilangan kata "pakai" di video yang kemudian menjadi pemicu demo besar-besaran (awalnya disebut aksi damai yang tetap berakhir dengan kericuhan akibat ulah beberapa provokator) pada 4 November lalu, hingga pemeriksaan Ahok oleh polisi dan kini melebar ke pertarungan hukum karena Ahok ikut menyeret Buni Yani, sang pengunggah video viral.
Ahmad Syafii Ma'arif atau Buya Syafii, mantan ketua umum Pengurus Pusat Muhammadiyah yang sudah mendengar dan melihat secara lengkap video asli, menjelaskan tidak ada satu ucapan Ahok pun yang menghina. Menurutnya, tidak ada kata-kata yang bermaksud menghina. Ahok justru mengajak masyarakat bersikap jujur dan memilih sesuai hati nurani mereka. Dia pun menyayangkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah mengeluarkan fatwa tentang Ahok.
Namun sikap Ahok yang menggunakan surat Al Maidah sebagai bahan kampanyenya terlanjur melukai hati umat muslim di Indonesia, dan mereka menuntut pemerintah untuk mengadili Ahok karena telah menistakan agama.
Ahok pun berjiwa besar dengan menjalani pemeriksaan di Mabes Polri Jakarta Selatan. Calon Gubernur DKI Jakarta 2017 ini mengaku sebagai korban fitnah Buni Yani, namun dia siap menerima resiko terburuk sekalipun, yaitu dipenjara.
Di sisi lain, Buni Yani merasa tidak bersalah walau mengaku salah tidak menyertakan kata "pakai" di videonya. Dia pun segera menggelar jumpa pers bersama pengacaranya, Aldwin Rahadian untuk menjelaskan alasan dan tujuannya mengunggah video tersebut.
Kini keadilan hukum di Indonesia kembali diuji dengan drama baru Ahok vs Buni Yani ini. Pro dan kontra akan selalu ada dan menjadi pilihan masing-masing. Bagaimanakah akhirnya nanti, kita tunggu saja.
(wk/)