Berikut pertanyaan yang harus kamu tanyakan ke pasangan sebelum semuanya terlambat.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 12 November 2016 - 20:44 WIB
WowKeren - Keseriusan menikah itu nggak bisa diukur dari lama pertemuan atau pacaran. Ada yang menikah setelah seminggu bertemu, merasa jodoh lalu menikah. Tapi ada juga yang pacaran hingga 9 tahun merasa nggak cocok lalu putus. Menikah masih menjadi misteri untuk sebagian jomblo yang merana di Sabtu malam.
Untuk pasangan yang sudah siap tanggal, lokasi resepsi dan segala rangkaian pernikahan, redam sebentar segala rencana indah itu. Sebelum melangkah ke mahligai pernikahan, kamu dan dia harus menanyakan beberapa pertanyaan ini. Bukan untuk menakut-nakuti tapi cobalah agar pernikahanmu jelas di depan. Berikut pertanyaan yang wajib kalian diskusikan:
Apa yang Membuatmu Merasa Dicintai?
Kesalahan umum yang kerap dibikin pasangan satu sama lain adalah prasangka bahwa dia akan melakukan hal yang sama untuk membalas cinta. Padahal perlu kamu ketahui bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menerima cinta. Dalam menjalin hubungan ada 5 bahasa cinta yang penting. Ada sentuhan fisik, waktu yang berkualitas, kata-kata rayuan, aksi dan pemberian hadiah.
Sangat penting untuk tahu pasanganmu adalah karakter orang yang bagaimana dalam menerima cinta. Bila memahaminya, hubungan kalian akan semakin kuat dan terhindar dari masalah besar. Misalnya, kamu kira dia suka bila ketika sesampainya di rumahmu, telah terhidang sajian yang khusus dimasak untuknya. Inilah bentuk dari aksi. Bisa saja dia nggak suka karena usut punya usut dia lebih suka sentuhan fisik. Dia lebih suka kakimu berada di atasnya ketika kekasihmu bercerita tentang pekerjaannya.
Untuk mencari tahu apakah yang kamu maupun dia suka maka mulailah diskusikan masalah itu. Kamu bisa bertanya, "Apa hal yang paling kamu cintai dan suka yang pernah dilakukan orang lain padamu?" atau "bagaimana kamu tahu bila seseorang peduli padamu?" Untuk pembicaraan yang lebih mendalam, diskusikan hal tentang 5 bahasa cinta.

Berapa Banyak Utang yang Kamu Miliki?
Ini adalah topik yang kamu kira nggak perlu dibahas sebelum menikah. Mengenai utang kartu kredit, pinjaman dan sebagainya adalah hal penting yang harus kamu dan dia tahu. Kamu dan dia perlu membicarakannya sebelum semuanya menjadi satu nama. Jangan seperti memelihara kucing dalam karung yang tiba-tiba membuatmu kaget dan pasrah dengan kondisi keuangan. Iya kalau kondisi keuangannya stabil dan cenderung cukup tapi kalau nggak dan malah kekurangan karena banyak memiliki utang. Coba pikirkan kembali.
Banyak orang yang malu membicarakan uang. Setiap ketakutan dan konflik yang muncul akan menciptakan keintiman sehingga hubungan semakin kuat. Kamu bisa bicara jujur dan katakan padanya, "Ini uang dan jumlah yang aku punya. Mari bicarakan rencana untuk menangani masa depan."
Apapun yang kamu lakukan, jangan berbohong untuk jumlah utang. Bahkan katakan dari mana kamu mendapatkan uang itu. Ketika berdiskusi masalah uang, itu bukan waktunya menyembunyikan diri apalagi untuk alasan melindungi pasanganmu. Pada akhirnya, rahasia akan mengikis kepercayaan. Salah satu penyebab perceraian banyak yang berasal dari uang.

Bagaimana Menghadapi Mertua?
Selain masalah uang, mertua adalah topik yang biasanya menciptakan konflik sehingga bercerai. Banyak orang nggak mengerti bahwa ketika menikah, kalian menjadi satu pasang termasuk keluargamu dan dia. Hal ini akan mempengaruhi tradisimu dan dia ketika menjelang liburan, memiliki anak dan keputusan sehari-hari.
Masalah umum yang sering muncul adalah terlalu memihak ibunya atau dirinya yang berada di tengah. Banyak terapis akan memberitahu setiap pasangan bahwa dirinya harus mengambil keputusan tegas dan berada di samping istrinya. Mertua dapat memberikan dukungan yang berharga namun juga bisa memecahkan hubungan tersebut. Terserah kalian untuk mengatur batasan itu dan menjelaskan bahwa kalian siap menjadi satu tim.
Jika nggak ada ketegangan antara kamu dan mertua dan kalian baik-baik saja. Kamu harus mengatakan pada mertuamu bahwa kalian telah diberikan waktu untuk bisa membangun rumah tangga sendiri tanpa campur tangan orang lain. Cara itu bisa membuat mertua merasa kalian memiliki sikap yang siap berumah tangga sebagai dasar membangun mahligai pernikahan.

Pendapat Siapa yang Paling Kamu Hargai?
Ini bukan pertanyaan jebakan dan sah-sah saja kamu menanyakan hal ini pada dirinya. Hal itu berkaitan dengan sosok orang yang mempengaruhi cara pandangnya. Kamu akan tahu bagaimana cara berpikirnya dan bisa memahami jawaban ketika kalian sedang mempunyai konflik.
Kamu nggak harus selalu memiliki persepsi yang sama. Sesekali cari hal yang berbeda sehingga ada hal berbeda yang bisa didiskusikan. Apa enaknya bila kalian selalu memiliki pemikiran yang sama? Toh dengan adanya konflik hubungan kalian akan semakin kuat.

Siapa yang Berlaku dalam Rumah Tangga?
Mungkin kamu dan dia nggak pernah berpikir tentang masalah ini. Apakah ayah yang memasak di dapur atau ibu yang membayar semua tagihan? Karena banyak paangan nggak menyadari dampak tanggung jawab dalam sebuah hubungan rumah tangga. Topik ini akan memperjelas fungsi kamu dan dia ketika mengatur rumah tangga dalam keseharian.
Jika kamu dibesarkan dengan metode ayah berada di rumah dan ibu yang bekerja di luar, bisa jadi kamu akan terluar seperti itu. Namun bisa juga hal itu akan berbeda. Ketika berkencan, kedewasaan kamu dan dia belum seberapa terlihat. Pasangan cenderung lebih mandiri ketika masih pacaran karena belum memikirkan ke arah rumah tangga. Namun setelah mulai berkomitmen bakal berumah tangga, tanggung jawab bisa bergeser.

Apakah Kalian Berdua Tumbuh secara Emosional dan Psikologis?
Hanya sedikit orang yang mempertanyakan ini. Setelah memasuki pernikahan dan mulai menjalaninya, hal ini baru terasa. Setelah semua itu terjadi, emosi dan psikis menjadi hal yang abstrak dan ambigu.
Pernikahan itu mencerminkan kedua karakter orang yang menjalaninya. Sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan emosi dalam pertumbuhan hubungan sebagai sepasang suami istri. Hal ini bisa dilakukan secara sederhana. Misalnya perhatikan ketika kalian berkomunikasi dan mengekspresikan cinta. Apa hal yang penting ketika merasa ingin diperhatikan.

Apa Pendapatmu Tentang Terapi Pasangan?
Bicara masalah pertumbuhan antar pasangan, kalian berdua memang harus berdiskusi masalah terapi. Banyak orang mengatakan terapi baik untuk hubungan antar pasangan namun yang lainnya berpendapat terapi itu hanya untuk orang yang sedang memiliki konflik. Terapis mengatakan terapi pasangan perlu dibicarakan satu sama lain mengenai perawatan ini.
Kesalahan yang umum terjadi adalah terapi dilakukan ketika konflik membuncah dan sedang berada di ujung tanduk. Meski merasa nggak membutuhkan terapis, usahakan ada orang yang bisa diajak bicara ketika kalian memiliki konflik. Pilih orang yang bisa berpikir secara obyektif untuk diskusi itu.

Bagaimana Keluargamu Merayakan Ulang Tahun?
Ulang tahun merupakan bentuk rasa dihargai dan dianggap ada. Dalam setiap keluarga memiliki metode yang berbeda. Ada keluarga yang selalu merayakan pencapaian terbaik setiap anggota. Misalnya merayakan ketika adik lulus sekolah, kakak kedua berhasil masuk kantor bergensi maupun ulang tahun setiap anggota.
Kamu dan dia perlu membicarakan hal ini agar nggak kagok ketika masuk menjadi salah satu anggota keluarganya. Mungkin kamu berasal dari keluarga yang nggak memiliki banyak tradisi perayaan. Dengan berdiskusi masalah ini kamu akan lebih memahami dia.

Bagaimana Sikapmu Terhadap Anak Kecil?
Mungkin kamu dan dia pernah membicarakan hal ini tapi ini memang perlu untuk diungkapkan berulang kali. Kamu perlu tahu dengan yakin apakah pasangan ingin memiliki anak. Jika ada perbedaan pendapat maka kamu harus berpikir panjang sebelum mengikat janji dengannya. Memiliki anak adalah keputusan hidup yang signifikan yang dapat menciptakan kebencian dan kemarahan.
Apapun yang kamu lakukan jangan berpendapat bahwa dengan menikah bisa mengubah cara pandangnya. Cinta nggak bakal semudah itu mengubahnya. Jika melakukannya, kamu akan merasa tersakiti yang dapat menyebabkan kebencian bahkan depresi.
Bila kalian berdua memang sedang nggak pengen punya anak, bukan berarti hubungan kalian hancur. Katakan apapun itu karena kejujuran sangan krusial. Kalian harus memiliki pemikiran yang sama berkaitan dengan anak.

Pengalaman Cinta Seperti Apa yang Terjalin Antara Orangtua Kalian?
Topik ini bukan berarti ingin membuka cerita cinta orangtua kalian terlalu dalam. Namun kisah cinta ini dapat mempengaruhi hubungan yang akan kamu dan dia bangun. Hal ini nggak melulu berkaitan dengan sesuatu yang berbau seksual. Misalnya ayah selalu membuatkan ibu kopi di pagi hari atau ibu yang membawakan es krim mint setelah ayah bertanding golf. Pada dasarnya meski hal ini nggak pernah dibicarakan secara lisan, namun kebiasaan itu selalu muncul.
Lalu apa gunanya membicarakan hal tentang orantua? Perlu diketahui, setiap orang menikah nggak melihat bagaimana kekasihmu bertumbuh. Orang-orang itu percaya bahwa setiap rumah tangga berasal dari hubungan 2 orang yang menjalaninya. Pernikahan orangtua bisa saja nggak berpengaruh pada rumah tangga yang sedang dibangun. Nggak semua orang yang berasal dari broken home akan memiliki masalah yang sama. Bisa saja rumah tangga itu malah lebih hangat.

Hal Apa yang Membuat Sebuah Hubungan bisa Hancur?
Untuk beberapa orang, penghancur rumah tangga adalah hubungan seks dengan orang lain. Namun untuk pernikahan yang terbuka hal itu dianggap biasa. Apapun penyebab hancurnya rumah tangga, kekasihmu harus tahu tentang itu. Dalam beberapa tahun belakangan, masalah yang kerap muncul adalah karena media sosial dan teknologi. Sebagian orang nggak ingin kekasihnya tetap berhubungan meski hanya lewat Facebook, Twitter, Instagram maupun Path.
Kamu dan dia perlu membicarakan hal ini. Sebab topik ini akan membantu ketika kalian berada dalam konflik yang besar. Misalnya apakah penggunaan ponsel diperbolehkan ketika berada di tempat tidur.

Menikah itu seru menurut beberapa orang. Sebab kamu akan memahami kehidupan kekasihmu lebih dari apapun. Bahkan bisa saja melebihi orangtuanya sendiri. Namun kadang mencintai berarti siap menerima dia dari kebaikan hingga keburukannya. Sudah siapkah kamu menerima dia menjadi pasangan sehidup semati?
(wk/)