Setelah Samarinda, Gereja Katolik di Malang Ini Terima Teror Bom
SerbaSerbi

Beginilah ketegangan yang kembali terjadi usai ledakan bom di Samarinda.

WowKeren - Kasus pengemboman Gereja Oikumene di Samarinda masih menyisakan kesedihan. Pasalnya, satu korban yang diketahui masih balita tewas dalam peristiwa tersebut.

Sampai saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait aksi pelaku. Namun belum mereda pengusutan kasus itu, kini kembali muncul aksi teror pengeboman di sebuah gereja katolik di Malang.

Satpam Gereja Katolik Gembala di Kota Batu, Malang tiba-tiba mendapatkan telepon dari pihak yang tidak dikenal. Pria dalam telepon itu mengaku akan meledakkan sebuah bom.


"Allahu Akbar akan meledakkan bom," kata Agus Susanto selaku satpam gereja menirukan si penelepon dilansir Tribunnews pada Senin (14/11). "Hanya itu yang diucapkan si penelepon dan langsung menutupnya."

Mengetahui hal ini, pengurus gereja kemudian berinisiatif menghubungi kepolisian. Polisi dan tim Gegana langsung menyisir lokasi tersebut. Garis polisi juga dipasang di pintu masuk gereja. Bahkan jalan Ridwan, yang merupakan jalur menuju gereja juga ditutup sementara. Keamanan diperketat, selain orang yang berkepentingan, dilarang memasuki area gereja.

Hingga siang pukul 13:00 WIB, penyisiran masih dilakukan. Dua gedung disterilkan dari aktivitas peribadahan. Namun sampai saat ini belum ada konfirmasi lanjut mengenai keberadaan bom dalam gereja.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!