Pihak Donald Trump berubah sikap soal skandal email Hillary Clinton dan menyatakan tak akan melanjutkan penyelidikan.
- Tim WowKeren
- Rabu, 23 November 2016 - 07:58 WIB
WowKeren - Donald Trump diketahui kerap kali mengungkit soal skandal email Hillary Clinton untuk menyerang kandidat dari Partai Demokrat itu selama kampanye. Namun kini setelah terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat, sikap Trump ternyata berubah.
Juru bicara, Kellyanne Conway mengatakan jika Trump tidak akan melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Pernyataan tersebut dinilai sebagai isyarat agar kongres Partai Republik tak lagi menaruh perhatian pada kasus tersebut.
Skandal email Hillary sendiri memang sempat mencuri perhatian publik. Bahkan pihak Biro Investigasi Federal (FBI) sempat melakukan penyelidikan sesaat sebelum pemilihan. Namun direktur FBI, James Comey mengatakan jika mereka tidak menemukan tindak kriminal dalam email Hillary.
Meski begitu pihak Donald Trump tidak mempercayainya saat itu. Trump yang saat itu masih menjadi pesaing Hillary dari Partai Republik itu bahkan mengatakan akan memenjarakan istri Bill Clinton itu jika terpilih sebagai presiden.
Sementara itu, Donald Trump sendiri belakangan menuai sejumlah kontroversi usai terpilih sebagai presiden. Tak hanya penolakan dari beberapa pihak, ia juga membuat kebijakan yang menjadi pro kontra di kalangan masyarakat, salah satunya adalah rencana deportasi ribuan imigran gelap.
(wk/)