Jimmy Kimmel Serang Trump Soal Kenaikan Harga Bahan Bakar di AS
Instagram/Donald Trump/Instagram
Selebriti

Jimmy Kimmel mengecam Trump tentang kenaikan harga bahan bakar di AS akibat konflik dengan Iran.

WowKeren - Jimmy Kimmel, pembawa acara talk show terkenal, baru-baru ini mengekspresikan kritik tajamnya terhadap mantan Presiden AS, Donald Trump, terkait isu kenaikan harga bahan bakar. Kenaikan harga yang terjadi selama lebih dari satu minggu ini bertepatan dengan ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran. Dalam episode 'Jimmy Kimmel Live' yang ditayangkan pada Kamis (12/3), Kimmel tidak segan-segan menyebut Trump dengan istilah 'mantan narapidana' dan menyoroti pernyataannya yang dianggap menyesatkan masyarakat.

Kimmel mengungkapkan keprihatinannya mengenai situasi harga bensin yang terus merangkak naik. "Harga bensin naik setiap hari selama 11 hari terakhir," ujarnya. Ia juga menyinggung pernyataan Trump yang menyebut bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dalam konteks ini, Kimmel membagikan sebuah unggahan dari platform Truth Social milik Trump, yang menyatakan bahwa AS adalah produsen minyak terbesar di dunia dan menyebut perang dengan Iran sebagai langkah untuk menghentikan senjata nuklir dari 'kekaisaran jahat'.


Melanjutkan kritiknya, Kimmel mengekspresikan skeptisisme terhadap klaim Trump. "Benar, dia 'menghentikan' kekaisaran jahat itu," tegas Kimmel. "Dia benar-benar presiden terbodoh sepanjang masa. Dia mengatakan ketika harga minyak naik, kita menghasilkan banyak uang." Dalam pernyataannya, Kimmel menekankan bahwa meski mungkin beberapa pihak mendapatkan untung, masyarakat umum justru merasakan dampak negatif dengan membayar lebih untuk bensin.

Lebih lanjut, Kimmel juga mengingatkan tentang janji Trump saat kampanye untuk menurunkan harga bahan bakar hingga di bawah US$2. "Anda sering mendengar istilah gaslighting, tetapi jarang ketika menyangkut gas yang sebenarnya," ungkapnya. Ia menyoroti betapa buruknya waktu bagi warga Amerika dengan adanya kenaikan harga bahan bakar ini, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup lainnya.

Kimmel merujuk pada sebuah survei yang menunjukkan bahwa sepertiga warga Amerika harus mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari, seperti makanan dan utilitas, agar dapat membayar biaya premi perawatan kesehatan yang semakin meningkat. "Yang membuat saya bertanya-tanya apa yang terjadi dengan rencana perawatan kesehatan yang diumumkan Trump dua bulan lalu. Ingat rencana perawatan kesehatan hebat yang dia umumkan? Itu menghilang bersamaan dengan invasi kita ke Greenland. Mereka begitu saja pergi," tutup Kimmel dengan nada skeptis.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait