Donald Trump Ancaman Serang Infrastruktur Iran, Desak Pembukaan Selat Hormuz
Instagram/Donald Trump/Instagram
Selebriti

Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur vital Iran jika tidak membuka Selat Hormuz.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengeluarkan ancaman serius yang ditujukan kepada Iran, menegaskan bahwa negara tersebut harus segera membuka akses Selat Hormuz atau menghadapi konsekuensi yang berat. Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang telah memicu kekhawatiran akan terjadinya konflik bersenjata yang lebih luas.

Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social pada Minggu, 5 April 2026, Trump menyampaikan rencananya untuk menyerang infrastruktur strategis di Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan. Ia menulis, "Selasa akan menjadi Hari [kemungkinan serangan terhadap] Pembangkit Listrik, dan Hari [kemungkinan serangan terhadap] Jembatan, semuanya digabung menjadi satu di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!!". Pernyataan ini menunjukkan keseriusan ancaman yang ia sampaikan kepada pemerintah Teheran.

Lebih lanjut, Trump menegaskan bahwa Iran tidak memiliki pilihan lain selain membuka kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz. Dalam peringatannya, ia menyatakan bahwa jika Iran tidak mengambil langkah tersebut, maka rakyat dan pemerintah Iran akan "hidup menderita". Pernyataan ini menandakan bahwa Gedung Putih sangat serius dalam menanggapi situasi yang berkembang di Timur Tengah.


Ketegangan di kawasan ini telah meningkat secara signifikan sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer gabungan ke Iran pada 28 Februari 2026. Konflik ini dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Situasi ini semakin rumit dengan serangan balasan yang diluncurkan oleh Iran, yang menggunakan pesawat tak berawak (drone) dan rudal untuk menyerang wilayah Israel, serta negara-negara lain di sekitarnya seperti Yordania dan Irak yang menjadi basis militer bagi Amerika Serikat.

Sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel, Iran telah mulai membatasi pergerakan kapal komersial di Selat Hormuz. Tindakan ini menjadi pemicu utama bagi ancaman terbaru dari Gedung Putih, yang menunjukkan bahwa situasi di kawasan tersebut semakin tidak stabil. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur penting bagi pasokan minyak mentah global, sehingga setiap ketegangan di area ini dapat berdampak luas pada ekonomi dunia.

Dengan semua peristiwa yang berlangsung, dunia kini sedang menantikan langkah selanjutnya yang akan diambil oleh kedua belah pihak. Apakah Iran akan membuka Selat Hormuz, ataukah Trump akan melaksanakan ancamannya? Ketidakpastian ini tentunya menjadi perhatian utama bagi banyak negara di seluruh dunia, mengingat dampaknya yang bisa sangat besar terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait