Pengamat Politik Tentang Perubahan Ahok: Jangan Pencitraan!
Nasional

Simak penjelasan dari salah satu pengamat politik mengenai perubahan sikap Ahok di bawah ini.

WowKeren - Menjadi tersangka kasus penistaan agama benar-benar membuat kepribadian Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berubah. Kini Ahok menjadi sangat berhati-hati dengan setiap ucapan yang dilontarkannya. Dia juga menjadi lebih lembut dan tidak ceplas-ceplos lagi.

Namun sayangnya, seorang pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro memiliki penilaian berbeda. Menurut Siti, perubahan Ahok tersebut hanya untuk kepentingan kampanye semata. "Ya iya lah (hanya untuk kampanye). Kan sedang jualan politik sekarang," kata Siti di Kantor Kementerian PANRB, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 30 November. "Kalau karakter itu ya tetap karakter. Karakter, apalagi di atas umur 30 tahun itu sudah melekat. Jadi enggak ada karakter itu yang dibikin-bikin sampai Februari, itu enggak ada. Karakter ya karakter," pungkasnya.


Siti berharap agar Ahok tampil apa adanya sebagaimana Ahok sebelum kasus dugaan penistaan agama mencuat. Perubahan yang dilakukannya saat ini malah dikhawatirkan bisa menjadi blunder bila terpilih kembali menjadi Gubernur DKI. "Jadi menurut saya, lakukanlah kampanye yang tidak menyesatkan. Jangan melakukan kampanye yang membodohi dan menyesatkan masyarakat. Be yourself," jelas Siti.

"Karakter itu sudah tercatat, mau dihapus seperti apa tidak ada penghapus yang bisa menghapus itu. Jangan buat pencitraan yang bisa mendatangkan blunder nantinya," pungkasnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait