Niat Reformasi Konstitusi, PM Italia Matteo Renzi Malah 'Dilengserkan'
Dunia

Niatan melakukan reformasi itu banyak tidak disetujui, yang menyebabkan keinginannya untuk mundur dari jabatan.

WowKeren - Tujuan Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, untuk melakukan reformasi konstitusi akhirnya menemui akhir. Niatan itu tak akan terwujud, karena Renzi memilih mundur dari jabatannya setelah dia kalah telak dari hasil referendum.

Dilansir BBC, dalam sebuah keterangan media tengah malam waktu Italia, Renzi mengatakan akan bertanggung jawab memenuhi janjinya dengan hasil referendum itu. PM termuda itu berujar bahwa kubu "Tidak" yang menolak mereformasi konstitusi harus menjalankan rencana mereka sendiri.

Dari data exit poll yang disiarkan TV nasional RAI mengatakan 42-46 persen untuk kubu reformasi dan 54-56 persen untuk kelompok yang memilih "Tidak". Proyeksi itu berdasarkan perhitungan resmi di beberap titik TPS. Indikasi awal kubu "reformasi" memang diperhitungkan akan kalah dengan angka 39-43 persen dan "Tidak" di angka 57-61 persen.


Renzi akan resmi menyatakan pengunduran diri saat berbicara di pertemuan kabinet hari ini, lalu meminta izin kepada Presiden Italia. "Good luck, semuanya," kata Renzi kepada para wartawan.

Dalam rencananya, Renzi sebenarnya akan memotong birokrasi Italia yang berbelit-belit sehingga Italia bisa lebih kompetitif sekaligus untuk merampingkan parlemen. Namun, kebanyakan para pemilih yang memilih reformasi justru melakukannya demi menyuarakan ketidakpuasan dengan perdana menteri.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!