Bikin Hidup Susah, 6 Jenis Gengsi Ini Sering Kamu Lakukan
SerbaSerbi

Berikut beberapa jenis gengsi yang nggak sadar kamu lakukan dan kerap bikin hidupmu terasa sulit.

WowKeren - Untuk beberapa orang, gengsi merupakan gaya hidup. Mungkin tanpa gengsi, hidup terasa hambar. Nggak cuma di lingkungan rumah, ketika di kantor pun gengsi tetap dijunjung tinggi. Sudah tahu dompet isinya mepet, sok-sokan nongkrong di kafe biar nggak kalah kekinian dari teman-teman yang lain.

Gengsi ini ada untuk menampakkan ke orang lain bahwa kamu sama seperti yang lain. Padahal bila terus menerus terbawa gengsi, hidupmu nggak bakal tenang dan penuh kepura-puraan. Yang dipikir harga diri dan citra di depan orang lain. Apa kamu pernah bercermin dan merenungkan semua itu? Berikut beberapa jenis gengsi yang tanpa sadar kamu lakukan:

Gengsi Keuangan

Uang itu memang bisa jadi perkara rumit. Tapi kalau kamu memang sedang kekurangan sampai sulit untuk bertahan, nggak ada salahnya mencoba bersandar ke teman. Bukan berarti berhutang itu disarankan tapi mengajakmu untuk memahami akan arti kekurangan.

Nggak selamanya hidupmu akan baik-baik saja, ada kalanya uang di dompet akan tiada, bisa saja ada kebutuhan nggak terduga kan? Apa iya karena gengsimu rela nggak makan dari pertengahan bulan? Apa gunanya teman? Bukankah kalian nggak berkawan hanya untuk berbagi kebahagiaan saja? Tapi juga saling bantu kala kesusahan melanda. Karena nggak ada hidup yang sempurna, bersiaplah untuk segala sesuatu yang hadir di luar rencana. Bersiap juga untuk menurunkan gengsimu ya.

Gengsi Bawa Bekal

Bagi perusahaan yang memfasilitasi karyawannya dengan makan siang dari kantor, hal ini nggak akan menjadi soal. Walau sejatinya masih ada kekurangan juga, kadang menu yang disajikan nggak sesuai dengan selera. Nah, beda lagi dengan perusahaan lain yang punya jam makan siang lebih panjang dan membebaskan karyawannya untuk membeli makan siang.

Dan di Indonesia, membawa bekal makan siang ke kantor rasa-rasanya kurang membudaya. Bahkan ada juga pandangan kalau membawa bekal bisa menunjukkan bahwa seseorang itu kurang mampu secara finansial. Kalau memang tujuanmu hemat duit, hemat waktu, makanan terjamin kebersihannya, nggak perlu mengantri dan menunya sudah sesuai dengan lidah serta hatimu, kenapa harus gengsi?

Gengsi Naik Transportasi Umum

Gengsi bisa muncul lantaran ketenangan dan tindakanmu secara nggak sadar sudah disetir oleh perasaan khawatir terhadap pendapat orang lain. Termasuk soal pilihan alat transportasi. Misalnya kamu memiliki prinsip anti terhadap sesuatu yang kumuh. Kamu akan merasa malu jika dirimu kedapatan sedang naik angkot mungkin.

Padahal, kamu toh nggak bisa membawa kendaraan sendiri dan gaji bulananmu juga pas-pasan untuk naik taksi setiap hari. Mau bertahan dengan gengsi atau tak bisa makan setengah bulan? Apa agan nggak lebih malu kalau nebeng temanmu terus-terusan? Nggak perlu gengsi juga naik transportasi umum yang murah biar biaya nggak membengkak. Hitung-hitung sekalian berkontribusi kurangi kemacetan.


Gengsi Gunakan Produk Murah

Apa eksistensi jauh lebih penting ketimbang kemapanan dan tabungan masa depan? Kalau jawabanmu nggak, kenapa sampai sekarang kamu masih bertahan membuang-buang uang? Walau sejatinya kamu nggak merasa nyaman dan diuntungkan dengan hal itu.

Barang-barang yang bisa dilihat oleh orang lain akan diusahakan untuk dimiliki pemilik gengsi tinggi. Tujuannya, apalagi kalau bukan demi menaikkan level. Misalnya ponsel mahal, pakaian dan aksesoris bermerek, kendaraan mewah juga nongkrong di kafe-kafe terkenal. Kalau nggak punya anggaran, mending kamu jujur pada dirimu sendiri dan segera hentikan gengsimu itu.

Gengsi Jualan Murah

Yang satu ini, bisa saja terjadi karena takut dicemooh orang lain. "Sarjana kok dagang kayu?" Ini hanya tentang kesiapan mental. Apa yang menurut orang lain benar, belum tentu sama denganmu, begitu juga hal sebaliknya berlaku. Memang benar kalau kamu nggak boleh terlalu cuek dengan pendapat orang lain tapi menghabiskan waktu dan bahkan sisa usiamu untuk memikirkannya juga sangat merugikan.

Semuanya tetap kembali pada dirimu, agan yang bisa memilih pendapat mana yang perlu dan mana yang harusnya agan anggap sebagai angin lalu. Menjadi pengusaha itu cita-cita besar. Masa iya kamu nggak memulainya hanya karena takut cibiran orang?

Gengsi Perasaan

Gengsi identik dengan ketidakinginan akan celaan dan anggapan remeh orang lain. Nah, dua sifat inilah yang menjadi satu dalam diri seseorang dalam wujud gengsi itu tadi. Wanita biasanya memilih menahan perasaannya, alih-alih mengungkapkan. Padahal mereka sendiri yang seringkali menentukan target menikah atau mendapat jodoh di usia X misalnya. Lha kalau suka sama orang aja nggak mau bilang dan kangen justru ditahan mati-matian, kamu dapet jodohnya kapan?

Makin lama, gengsi justru bisa menghancurkan dirimu sendiri. Malu itu wajar, gengsi yang nggak wajar. Apa kamu nggak capek memelihara gengsi terus-terusan? Mau sampai kapan? Kamu akan kerepotan atas segala masalahmu sendiri, percayalah.

Mau sampai kapan hidupmu dipenuhi dengan gengsi? Hidup menjadi lebih susah dan ngggak nyaman. Apa-apa yang dipikirkan citra diri melulu. Bukankah lebih baik bila hidupmu terasa lebih menyenangkan?

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait