Siapa saja tokoh Indonesia yang menempati daftar 10 Google Trend 2016? Simak di bawah ini.
- Tim WowKeren
- Kamis, 29 Desember 2016 - 15:27 WIB
WowKeren - Dalam hitungan beberapa hari lagi, tahun 2016 akan berganti tahun 2017. Jelang akhir tahun 2016, Google kembali mengeluarkan daftar Google Trending-nya dalam beberapa kategori. Salah satunya adalah daftar 10 tokoh nasional yang paling banyak dicari di mesin pencari mereka.
Nama kesepuluh tokoh nasional yang berasal dari berbagai bidang itu paling banyak dicari di search engine Google di sepanjang tahun 2016. Siapa saja kesepuluh tokoh itu? Simak di bawah ini.
1. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berada di urutan pertama daftar Google Trend 2016 kategori "Tokoh". Banyaknya frekuensi pencarian itu dikarenakan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok saat berkunjung ke Kepulauan Seribu. Kasus itu pula yang membuat beberapa fenomena nasional terjadi, seperti Aksi Damai 4 November dan Aksi Super Damai 212 (2 Desember 2016) di Silang Monas yang sampai menarik perhatian media asing. Terlebih lagi kini Ahok tengah bertarung menjadi calon Gubernur DKI Jakarta 2017 melalui Pilgub 2016, kasus tersebut membuat berita-berita Ahok semakin banyak dicari di mesin Google di sepanjang tahun 2016.
2. Sri Mulyani
Sri Mulyani resmi kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan untuk Kabinet Kerja Jokowi-JK jilid 2. Kembalinya Sri Mulyani ini rupanya ikut mendapat sambutan dari netter di Tanah Air dan sempat membanjiri Twitter dengan tagar Bu Sri yang menjadi Trending Topik di Indonesia. Sebelumnya, Sri pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pada 2005-2010. Ia melanjutkan karirnya sebagai Managing Director Bank Dunia sebelum memutuskan pulang ke Indonesia dan terpilih kembali sebagai Menteri Keuangan di negerinya sendiri. Banyaknya yang mencari kabar serta berita terbaru tentang Sri Mulyani ini menjadikannya berada di posisi kedua dalam daftar Google Trending 2016.
3. Buni Yani
Buni Yani tak menyangka jika namanya akan berada dalam 5 daftar teratas dalam pencarian mesin Google selama tahun 2016. Namanya banyak dicari setelah dia mengunggah video Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat berada di Kepulauan Seribu, yang kemudian berbuntut panjang terhadap kasus dugaan penistaan agama. Sayangnya, Buni Yani juga ikut terseret dalam ranah hukum seperti Ahok. Buni Yani menjadi tersangka dalam kasus dugaan penyebaran informasi yang mengandung rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA sebagaimana Pasal 28 Ayat (2) UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dia dinilai telah menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kebencian atau permusuhan terhadap golongan atau kelompok atas SARA karena mem-posting kata-kata pada caption video Basuki T Purnama (Ahok) soal surat Al-Maidah 51.
4. Wayan Mirna Salihin
Pada 6 Januari 2016, Wayan Mirna Salihin, 27 tahun, meninggal dunia setelah meminum Kopi es vietnam di Olivier Cafe, Grand Indonesia. Saat kejadian, Mirna diketahui sedang bertemu dengan kedua temannya, Hani dan Jessica Kumala Wongso. Menurut hasil otopsi pihak kepolisian, ditemukan pendarahan pada lambung Mirna dikarenakan adanya zat yang bersifat korosif masuk dan merusak mukosa lambung. Belakangan diketahui, zat korosif tersebut berasal dari asam sianida. Sianida juga ditemukan oleh Puslabfor Polri di sampel kopi yang diminum oleh Mirna. Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, polisi menetapkan Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka. Jessica dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.
5. Nusron Wahid
Politikus Nusron Wahid dikenal sebagai tokoh yang gigih membela Basuki T. Purnama alias Ahok. Nusron yang juga kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bahkan pasang badan saat Ahok diserang dengan kasus dugaan menista Al Quran. Sikap Nusron itu memang penugasan dari Partai Golkar. Menurut Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar Mahyudin, partainya telah resmi mendukung dan mengusung Ahok sebagai calon gubernur DKI. Banyaknya pencarian dengan keyword nama "Nusron Wahid" telah menjadikannya berada di urutan ke-5 dalam daftar Google Trend 2016.
6. Agus Yudhoyono
Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., MPA., M.A. masuk dalam daftar 10 tokoh nasional paling banyak dicari di mesin Google. Agus adalah anak pertama dari Susilo Bambang Yudhoyono (mantan Presiden SBY) dan Kristiani Herawati. Dia ikuta mencalonkan diri pada Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017. Berbagai kampanye dan program-program yang diajukan Agus membuatnya dan pasangan Cagub-nya menuai pro-kontra. Dalama berbagai survey yang dilakukan oleh lembaga survey di Indonesia, Agus juga menempati posisi atas diantara calon pasangan gubernur lainnya.
7. Tito Karnavian
Tito Karnavian tiba-tiba menjadi banyak pembicaraan kala namanya sering muncul untuk menjelaskan berbagai kasus yang menghebohkan di Indonesia selama tahun 2016. Tito resmi dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu siang, 13 Juli 2016 menggantikan Jenderal Polisi Badrodin Haiti yang memasuki masa purna bakti. Beberapa kasus yang pernah ditanganinya antara lain penangkapan Tommy Soeharto, Densus 88, penangkapan Azahari Husin, konflik Poso, serta penangkapan Noordin Mohammad Top.
8. Fahri Hamzah
Saat ini Fahri Hamzah menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat sejak tahun 2014. Dilaporkan ke Bareskrim atas tuduhan makar, Fahri Hamzah menyayangkan banyak pihak yang tidak memahami peta konstitusi dan Undang-Undang Dasar 1945 pasca-amandemen keempat. Menurut Fahri, hal tersebut menyebabkan banyak pernyataan tak relevan. Laporan itu dibuat oleh Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP). BaraJP melaporkan Fahri Hamzah ke Bareskrim Polri pada 9 November 2016 atas dugaan perbuatan penghasutan dan makar terhadap pemerintah. Anggota BaraJP, Birgaldo Sinaga, mengatakan, saat mengikuti aksi 4 November lalu, Fahri menyebutkan ada dua cara untuk menjatuhkan Presiden Jokowi.
9. Irman Gusman
Nama Irman Gurman menjadi sorotan publik pada September 2016 setelah muncul kabar yang menyebutkan jika Ketua DPD RI ditangkap oleh KPK dan berstatus tersangka dugaan korupsi pengurusan kuota impor gula. Saat rumahnya diperiksa, aparat juga berhasil mengamankan uang sebesar Rp 100 juta. Irman diduga menerima suap Rp 100 juta sebagai imbalan menghubungi Bulog agar memberikan kuota distribusi tambahan gula untuk wilayah Sumatera Barat kepada CV Semesta Berjaya.
10. Arcandra Tahar
Arcandra Tahar sempat tersandung masalah dwi kewarganegaraan setelah terbukti pernah memegang paspor Amerika Serikat. Akibat hal tersebut, ia bahkan harus diberhentikan secara hormat dari jabatannya sebagai Menteri ESDM. Setelah sempat menjadi polemik, Arcandra Tahar akhirnya dipastikan berstatus Warga Negara Indonesia (WNI). Pada Oktober 2016, Presiden Joko Widodo melantik Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM untuk sisa masa jabatan 2014-2019.