Berikut langkah-langkah yang benar ketika cuci muka agar wajah kamu nggak makin tumbuh jerawat.
- Tim WowKeren
- Kamis, 02 Februari 2017 - 14:30 WIB
WowKeren - Mencuci wajah merupakan salah satu cara untuk membuat kulit tetap bersih dan cerah. Namun mencuci wajah justru dapat menimbulkan masalah-masalah kulit seperti kulit kering, berminyak dan iritasi jika nggak dilakukan dengan cara yang tepat. Meskipun terlihat sepele, mencuci wajah juga harus menggunakan teknik yang benar agar selain bersih, kesehatan kulit wajah tetap terjaga.
Bila meremehkan kebiasaan mencuci muka, bisa jadi mukamu langsung jerawatan. Lalu cara seperti apa yang seharusnya dihindari saat mencuci wajah? Berikut langkah-langkah yang perlu kamu ketahui ketika mencuci muka:
Sembarangan Pilih Produk
Jangan asal comot pembersih muka hanya dengan alasan rekomendasi teman atau tergoda iklan di televisi. Entah itu flek hitam, jerawat membandel atau minyak berlebih, semua orang memiliki keluhan masing-masing seputar kulit. Kenali jenis kulit wajah dan apa masalah utama yang dihadapi supaya kamu tahu produk pembersih seperti apa yang tepat untukmu.
Pembersih muka yang bagus harus benar-benar menghilangkan segala jenis kotoran, sisa makeup dan debu yang menempel. Namun nggak melucuti terlalu banyak minyak alami dan sel-sel kulit sehat kamu. Pilih produk pembersih yang nggak terlalu ringan tapi juga nggak terlalu keras. Indikator terlalu ringan itu yang membuat kamu merasa harus cuci muka dua kali sebelum terasa bersih. Sedang yang terlalu keras membuat wajah iritasi atau kering dan kencang setelah cuci muka.

Terlalu Sering Cuci Muka
Cuci muka berkali-kali dapat membuat wajah menjadi lebih bersih? Salah. Semakin sering mencuci muka justru akan membuat kulit iritasi dan merangsang produksi minyak berlebih alias sebum. Batasi ritual cuci muka cukup 2 kali sehari, pagi dan malam hari. Jika hanya beraktivitas dalam ruangan, nggak memakai makeup, dan nggak berkeringat terlalu banyak, cukup bilas muka dengan air hangat di malam hari.
Apakah ini berarti kamu boleh bolos cuci muka di pagi hari? Tentu nggak. Ketika tidur, kulit wajah kamu melakukan ritual pembersihan diri, mendorong limbah dan kotoran sisa keluar melalui kelenjar keringat dan pori-pori. Tetap ada residu sampah yang tersisa pada kulit kamu di pagi hari. Jadi ya kamu harus mencuci muka dua kali sehari.

Hindari Air Panas
Basuh muka dengan air panas untuk membuka pori-pori, kemudian bilas dengan air dingin. Mungkin kamu sering mendengar "petuah" ini atau justru rutin melakukannya? Sebenarnya pori-pori nggak memiliki otot untuk membuka dan menutup. Air panas justru akan membuat kulit kering dan iritasi. Tinggalkan kebiasaan ini dan ganti air panas dengan air hangat untuk membersihkan wajah.
Jangan menggunakan air yang terlalu dingin maupun terlalu panas untuk mencuci wajah. Air panas akan menyebabkan kulit kering sedangkan air dingin dapat merusak pembuluh darah pada wajah. Suhu air yang paling baik untuk mencuci wajah adalah air yang hangat dalam artian nggak terlalu panas ataupun terlalu dingin.

Terlalu Sering Eksfoliasi
Ketika kulit wajah sedang bermasalah, rasanya wajar untuk "menyerang balik" dengan sederet perawatan kulit agar wajah kembali mulus dan cerah. Salah satunya dengan eksfoliasi atau pengelupasan kulit. Eksfoliasi memang perlu dilakukan secara teratur sekitar 1 sampai 3 kali seminggu. Tapi ingat jangan berlebihan.
Sembarangan menggosok scrub atau exfoliant dapat menyebabkan kulit kering, iritasi, peradangan dan bahkan infeksi. Semua ini merusak kemampuan kulit kamu untuk melawan bakteri penyebab jerawat.
Tips: Jari merupakan eksfoliator alami yang sangat efektif mengangkat kulit mati. Gunakan jemari untuk mengaplikasikan krim eksfoliator. Alih-alih menggunakan handuk lembap untuk mencegah kulit tertarik dan tergores. Untuk hasil terbaik, pijat produk dalam pola melingkar lembut mulai dari leher dan perlahan-lahan bergerak ke atas.

Bilas Terburu-Buru
Sama halnya dengan mandi kilat yang nggak membuat kamu merasa bersih dan segar, terlalu terburu-buru mencuci muka juga nggak efektif dalam menyingkirkan kotoran dan minyak. Untuk mendapatkan kulit wajah yang selalu terlihat prima, luangkan waktu setidaknya dua menit untuk mencuci muka. Konsentrasikan pijatan di daerah sekitar hidung dan dahi yang cenderung berminyak.
Jika menggunakan milk cleanser, usapkan produk itu perlahan dengan gerakan melingkar ke atas pada seluruh wajah dalam keadaan kering. Lakukan setidaknya selama tiga puluh detik agar pembersih dapat memecah minyak dan sisa makeup. Setelahnya ambil cleanser sekali lagi dan ulangi pijatan. Tahap pembersihan kedua akan membantu melarutkan segala residu yang tertinggal pada tahap pertama. Terakhir bilas dengan air sampai bersih.

Produk Berbahan Kimia
Punya waktu luang ketika di kamar mandi atau ketika berbelanja? Habiskan waktu itu untuk membaca komposisi kemasan produk cuci muka. Dengan begitu kamu paham komposisi dalam produk itu. Apakah itu benar atau baik untuk wajah kamu?
Pelajari komposisi yang terkandung dalam produk pembersih kamu. Hindari bahan kosmetik berbahaya seperti parabens, pengharum dan pewarna. Hindari pula sodium lauril sulfat (SLS), deterjen berkonsentrasi tinggi yang biasa digunakan untuk pembersih kotoran mesin, pembersih lantai dan sampo mobil. SLS adalah faktor risiko umum terjadinya reaksi alergi dan iritasi pada kulit wajah.

Kebiasaan Menggosok Muka
Apapun jenis kulit kamu, penting untuk berhati-hati ketika mengaplikasikan pembersih, masker atau eksfoliant. Jangan menggosok pembersih terlalu kencang sehingga kulit tertarik. Jangan pula menggosokkan handuk ke wajah saat mengeringkan muka. Kedua hal ini akan mengancam elastisitas kulit wajah. Biarkan wajah mengering dengan sendirinya atau tepuk-tepuk muka dengan handuk bersih.
Bedakan handuk khusus wajah dengan handuk mandi apalagi dengan milik orang lain. Handuk adalah tempat utama bakteri berkembang biak. Jangan gunakan tisu.

Gunakan Pelembap Saat Kulit Sudah Telanjur Kering
Langkah terakhir ini mungkin salah satu tahap yang paling penting dalam rutinitas perawatan wajah. Moisturizer alias pelembap akan menyegel kelembapan alami kulit kamu dan bertindak sebagai penghalang terhadap racun, radikal bebas dan partikel asing yang berbahaya bagi kulit. Oleskan pelembap segera setelah cuci muka saat wajah masih terasa lembap dan pijat wajah dengan lembut. Selalu pijat dalam gerakan ke atas untuk menghindari kulit tertarik.
Hal yang sama berlaku untuk serum dan produk perawatan wajah lainnya. Menunggu sampai kulit kamu benar-benar kering akan membuat bahan-bahan aktif yang terkandung di dalam produk menjadi lebih sulit terserap dengan baik. Hal itu dapat membuat kulit terasa lengket dan berminyak.

Melewatkan Face Oil
Banyak yang menganggap bahwa minyak adalah musuh utama untuk si kulit berminyak. Ahli kecantikan dan dermatologis mengatakan sebaliknya. Minyak sangat bersahabat bagi semua jenis kulit karena pada dasarnya, minyak akan larut jika bertemu dengan sesama minyak. Minyak akan memecah kotoran dan bakteri penyebab jerawat yang menempel di kulit. Minyak juga membantu menjaga kelembapan kulit sehingga menyeimbangkan kadar pH kulit wajah.
Memasukkan minyak dalam rezim kecantikan kamu nggaklah sulit. Pilih face oil di pasaran yang mengandung bahan-bahan alami atau cukup dengan membeli minyak pilihan kamu. Minyak almond, minyak grapeseed, biji bunga matahari dan zaitun adalah rekomendasi para blogger kecantikan.
Kamu disarankan mengoleskan sedikit minyak pada wajah dan pijat lembut. Biarkan minyak itu menyerap dalam kulitmu. Bersihkan sisa minyak dengan kain lap lembut yang dibasahi air hangat.

Jadi, mulai sekarang kalau kamu bercermin dan melihat ada jerawat bisa jadi karena proses cuci muka yang salah. 9 cara di atas bisa kamu terap untuk mengurangi keluhan minyak dalam mukamu.
(wk/)